Hasil survei menunjukkan Ketua Umum PSSI bisa mendapatkan banyak suara dalam Pemilu dari para penggemar sepak bola.
"Demi Tuhan, saya bukan melakukan karena ada niat politik. Tidak ada. Ini karena semata-mata saya cinta bola Indonesia," masih terngiang pernyataan Erick Thohir, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) beberapa saat lalu, ketika urusan bola dikait-kaitkan dengan politik.
Antara lain soal stadion, soal pembinaan pemain, pemusatan latihan atau Training Centre (TC) dan seterusnya. Termasuk berang saat lapangan disiapkan untuk pertandingan kemudian lebih banyak dibahas dari sudut politik.
Tujuannya hanya ingin sepak bola Indonesia maju. Tanpa suap, bisa mendapatkan lawan seru untuk Timnas Indonesia agar mereka bisa menambah ilmu, serta tentunya cetak biru atau blueprint untuk pola sepak bola kita di masa datang.
Termasuk pengadaan pemain naturalisasi, dengan menyatakan yang ingin membela Merah Putih silakan kontak langsung, ada media sosial dan sarana komunikasi elektronik sebagai sarananya.
Dikutip dari kantor berita Antara, meski kecintaan Erick Thohir pada sepak bola adalah apa adanya, akan tetapi poin perhatiannya terhadap olah raga ini bisa menjadi sebuah poin penting baginya sebagai kandidat calon wakil presiden atau cawapres dalam Pemilu 2024.
Rio Prayogo, Direktur Eksekutif Politika Research & Consulting (PRC) menyatakan nama Erick Thohir lebih menjanjikan sebagai bakal cawapres pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Bila dibandingkan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
"Berdasarkan survei teranyar lembaga kami, Prabowo lebih menjanjikan bersama Erick Thohir, bukan bersama Khofifah, apalagi Airlangga," jelasnya pada Kamis (6/10/2023).
Erick Thohir disebutnya bisa merambah basis suara yang belum dimiliki Prabowo Subianto. Yaitu generasi millenial, khususnya masyarakat sepak bola, sebab aktif dalam dunia sepak bola.
Misalnya, dengan pernah menjadi Presiden Inter Milan dan posisinya saat ini sebagai Ketua Umum PSSI.
"Ini semua memperkuat modal sosial dan kekuatannya sebagai tokoh berpengaruh. Erick Thohir juga menguatkan Prabowo dari narasi dan isu perbaikan ekonomi, karena memiliki pengalaman panjang di bidang ekonomi, saat ini menjadi Menteri BUMN dan Ketua masyarakat Ekonomi Syariah," tambah Rio Prayogo.
Senada pendapat Direktur Eksekutif Survei and Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara. Modal sosial politik Erick Thohir bisa memperkuat posisinya sebagai cawapres baik dalam sukses pemenangan maupun dalam sukses kepemimpinan, dibandingkan dengan bakal cawapres lain.
![Prabowo Subianto dan Erick Thohir [(instagram/erickthohir)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/10/07/1-prabowo-subianto-dan-erick-thohir-instagramerickthohir.jpg)
"Sebutlah misalnya, kelompok millenial, kelompok menengah, agama, dan bahkan kelompok strategis pemilih lainnya. Seperti komunitas sepak bola yang sangat fanatik, serta masyarakat ekonomi syariah di mana ia jadi ketua umumnya. Itu bisa menjadi instrumen politik yang efektif karena umat Islam merupakan mayoritas penduduk Indonesia," kata Igor Dirgantara.
Menilik dua pandangan ini, serta melihat apa yang telah dilakukan Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI selama ini, termasuk mengumumkan nama-nama pemain naturalisasi serta mengawal proses pelatihan para pemain Timnas Indonesia, sepak bola kita bakal makin seru bila ia menjabat sebagai wakil presiden RI kelak?
Apalagi ada bukti baru paling seru, yaitu Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara juga menerima pendanaan dari Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA untuk membangun sarana pelatihan sepak bola untuk Timnas Indonesia serta pembibitan pemain masa depan.