metro

Kronologi Fuji Kecopetan di Belgia, Panik Tas Isi Paspor Lenyap

Metro Suara.Com
Jum'at, 10 November 2023 | 09:31 WIB
Kronologi Fuji Kecopetan di Belgia, Panik Tas Isi Paspor Lenyap
Fujianti Utami alias Fuji. ([Instagram])

Fujianti Utami alias Fuji mengalami kejadian tak menyenangkan saat liburan ke Eropa bersama Nikita Mirzani dan dr Oky Pratama. Pasalnya, ia kecopetan ketika baru tiba di Belgia. 

Tas yang dicuri tersebut berisi barang-barang berharga seperti paspor, KTP, dan ponsel. Meski begitu, tas tersebut kini sudah ditemukan berkat bantuan kepolisian setempat. 

Melalui unggahan Instagram Story miliknya, Fuji kemudian menceritakan secara runut bagaimana hal itu bisa terjadi. Berikut ini kronologi tas Fuji kecopetan:

1. Tas hilang di salah satu cafe di Brussel, Belgia

Setelah dari Paris, Fuji bersama rombongan Bening's Clinic menempuh perjalanan selama sekitar 4 jam ke Brussel, Belgia. 

Tiba di sana, mereka mampir ke sebuah cafe untuk makan. Setelah itu, Fuji menitipkan tasnya kepada asistennya, Luci karena dirinya ingin pergi ke toilet. 

"Jadi tas yang hilang itu (isinya) barang-barang aku sih, cuma dipegang sama Luci. Tas aku (yang lain) ini aman, tadi aku tuh lagi pipis," ucap Fuji.

Sebelum pergi ke toilet, rupanya Fuji meminta tolong kepada asistennya untuk membelikannya makanan. Namun sayangnya, asisten Fuji justru menitipkan tas dan koper milik Fuji kepada orang lain. 

"Jadi aku tadi lagi nyuruh Luci buat beli makanan kayak waffle gitu, terus Luci itu nitipin tasnya ke orang namanya Koh Hendy, itu salahnya di situ. Sebenernya nitipin tas ke orang lain itu nggak bagus gitu. Aku lagi pipis, terus lusi beli makanannya, nah tas ini ada di atas koper," tambah Fuji.

Baca Juga: Ada Hay Tje di Video Unboxing Kado Anak Marissya Icha, Warganet: Oh, Ternyata Bestie

2. Sempat tidak sadar kehilangan tas

Setelah dari cafe tersebut, Fuji dan asistennya sempat tidak sadar bahwa tas miliknya hilang. Namun untungnya, sebelum masuk ke dalam bis, Fuji langsung menyadari ia kehilangan tas.

"Selesai aku pipis, keluar dari cafe itu aku foto-foto aja, karena aku nggak tau juga tasnya itu ada di atas koper. Yang aku tau tas itu adalah sama Luci, aku juga nggak ngeh Luci itu pergi bawa tas atau nggak. Nah habis itu Luci balik, kita juga nggak ngeh itu tas kita di mana, aku pun nggak ngeh karena aku nggak tau tas itu sama Luci atau nggak," beber Fuji.

Ia kemudian dihampiri oleh seorang pria asing yang menanyakan apakah dirinya kehilangan sesuatu. Namun karena parno dengan orang asing, Fuji pun sempat mengabaikannya.

"Terus ada bule nyamperin kita, kayak nanya apakah kita kehilangan sesuatu. Tapi ada yang mengingatkan kita juga, kayak tiga bule gitu buat jangan ngomong sama dia karena dia bule aneh. Nah jadi pas diingetin kayak gitu kita jadi waswas, kayak oh oke deh jangan ngomong sama dia karena kita tuh parno gitu kan," imbuhnya.

Ketika hendak menaiki bis, Fuji baru menyadari bahwa tas miliknya tak ada di tempat.

"Nah habis itu kita pengen ke bis kan, nah di situ baru ngeh kalau tasnya hilang," ungkap Fuji.

3. Dibantu polisi

Fuji yang menyadari tasnya hilang langsung panik. Pasalnya, di dalam tas tersebut berisi barang-barang berharga. 

"Panik lah di situ, super duper panik. Muka aku langsung berubah, kayak yang hah? Terus langsung kayak yang, Luci paspor gue di mana? Paspornya di tas ini. Paniklah kayak degdegan banget," kenang Fuji.

Namun rupanya, pria asing yang sebelumnya menghampiri mereka itu adalah anggota kepolisian. Tak butuh waktu lama, Fuji pun langsung dibantu oleh polisi tersebut.

"Ternyata bule yang nyamperin kita itu nyamperin lagi, nanya apakah kita kehilangan sesuatu. Dan dia itu bilang dia itu polisi. Terus aku minta ditunjukkan identitasnya, dia nunjukkan kartu identitasnya dan dia adalah polisi. Terus aku minta tolong, kayak apakah dia melihat orang yang mencuri tas aku? (Dia bilang) Iya aku melihatnya tapi kamu tidak percaya," beber Fuji.

4. Pelaku tertangkap

Saat insiden itu terjadi, Brussel sedang diguyur hujan dan suhu menunjukkan angka tujuh hingga delapan derajat. Situasi yang membuatnya panik ditambah cuaca dingin membuat Fuji tak bisa berpikir jernih.

"Udah di situ waktu itu hujan, mana (suhunya) delapan atau tujuh derajat, super duper dingin, aku sampe menggigil, otak nggak bisa mikir, paspor hilang, di situ juga ada HP kerja aku yang biasanya buat ngerekam-rekam gitu, HP kerja aku yang kenangannya banyak banget juga, itu kayak oh my God, jantung aku tuh hilang rasanya," tutur Fuji.

Saat dirinya hendak menangis, namun Fuji ditenangkan oleh polisi tersebut. Beruntung, pelaku pencopetan itu akhirnya berhasil ditangkap.

"Aku udah mau nangis, Luci juga udah mau nangis, kita tuh saking paniknya kayak nangis aja udah males gitu loh. Terus bulenya bilang santai aja. Terus katanya dibilang mereka udah tangkap satu orangnya, jadi copetnya ada tiga orang dan kerja sama gitu. Dan polisinya nunjukkin CCTVnya, nanya apakah ini tas aku," jelas Fuji.

5. Barang ditemukan satu per satu

Meskipun tasnya sudah kembali, namun rupanya barang yang ada di dalam tas tersebut tidak utuh. 

Habis itu udah, kita nunggu sambil ditanya-tanyain apa aja yang ada di tas itu. Terus dateng lah katanya tasnya ada, sekitar 20 menitan dateng tasnya. Aku seneng banget, tapi pas aku buka, pouch nggak ada, aku senengnya udah bersyukur banget ini paspor udah ada, jiwaku tenang gitu loh," kata Fuji.

Anehnya, kantong make up yang seharusnya ada di dalam tas tersebut tidak ada. 

"Tapi pouch make up nggak ada, di situ dalamnya apa? Ada handphone, KTP Luci, lipbalm, lip cream, powerbank, sama bedak. Jadi nggak begitu terlalu penting ya, tapi yang penting adalah handphone karena HP kerja aku guys," jelas Fuji.

Setelah menunggu kembali, kantong make up yang dimaksud Fuji pun akhirnya ditemukan. Tetapi anehnya, HP miliknya yang seharusnya berada di dalam kantong tersebut tidak ada dan hanya ada casing ponselnya.

"Terus mereka balik lagi, sekitar 10 sampai 15 menit, dateng lagi katanya pouch ini ketemu. Tapi pas dateng itu, di dalam pouch cuma ada casing HPnya doang, HPnya nggak ada," tambah Fuji.

Alhasil, Fuji harus menunggu kembali hingga polisi menemukan ponsel miliknya. 

"Yaudah habis itu kita nunggu lagi, dan akhirnya HP ini balik. Dianterin lagi, terima kasih banget ya Allah. Aku sangat teramat beruntung, sangat bersyukur semuanya balik. Dan terima kasih banget buat polisi itu yang sudah teramat peka," pungkas Fuji.

Menurut keterangan Fuji, pelaku pencopetan berjumlah tiga orang itu sudah berada di dalam mobil polisi dalam keadaan tangan diborgol.

Insiden kecopetan itu membuat warganet meminta Fuji untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan barang miliknya. Pasalnya, ini bukan kali pertama Fuji kecopetan. Sebelumnya, adik Fadly Faisal itu juga pernah kecopetan saat liburan ke Jepang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI