Salah satu relawan dari sebuah komunitas berinisial DOM menceritakan perjalanan saat menyalurkan bantuan untuk korban gempa Cianjur, Jawa Barat, pada Minggu (27/12/2022) lalu.
Saat menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur, pada malam hari, DOM menyebutkan ada banyak LSM yang memanfaatkan kondisi duka tersebut.
Bahkan, sejumlah orang yang mengaku dari LSM Islam itu meminta untuk bantuan bagi korban gempa Cianjur di drop.
Mereka (LSM) tersebut mengklaim, bahwa bantuan yang diberikan komunitasnya tersebut akan disalurkan kepada korban bencana gempa bumi di wilayah Cugenang, Cianjur.
"LSM ada yang memanfaatkan untuk bantuan korban bencana gempa Cianjur, mereka memaksa untuk disalurkan LSM tersebut. LSM kebanyakan mengaku dari LSM Islam," katanya, kepada Moots.suara.com, Jumat (2/12/2022).
Tidak hanya itu saja, dirinya juga banyak bercerita mengenai pengalaman menyalurkan bantuan untuk para korban bencana Cianjur.
Menurutnya, pada waktu itu masih ada relawan yang menjadikan lokasi gempa Cianjur dijadikan wisata bencana.
"Banyak juga orang yang sengaja ke sana bawa bantuan ke lokasi bencana, hingga lokasi bencana dijadikan tempat wisata," imbuhnya.
"Logikanya ada mobil yang menyalurkan bantuan kondisi mobilnya ceper, sedangkan, akses menuju ke lokasi bencana tidak memungkinkan," sambungnya.
Baca Juga: Link Live Streaming Kosta Rika vs Jerman dan Susunan Pemain, Penentuan Nasib Die Mannschaft
Disisi lain, dirinya juga saat menyalurkan bantuan membawa temannya seorang arsitek bangunan. Saat melakukan pengecekan, temannya itu sangat terkejut saat melihat bangunan menjadi rata dengan tanah.
"Saya bawa arsitek ke sana, kontruksi bangunan dua lantai, katanya banyak rumah ambruk tidak masuk akal, soalnya kondisi bangunan sudah sesuai. Tapi ya itu kuasa Allah SWT," cetusnya.
Saat menyalurkan bantuan, dirinya membawa berupa sembako hingga pakaian celana dalam perempuan dan pria.
"Bantuan yang disalurkan, beras, roti, obat-obatan, bagian dalam cewe cowok, pempers, sabun cair, dan indomie serta kopi," akunya.
Kebetulan, dirinya waktu menyalurkan bantuan ke salah satu Pondok Pesantren Salafi (Ponpes) di wilayah Cugenang Cianjur.
"Menyalurkan ke salah satu Ponpes di Cugenang, Cianjur. Untuk korban meninggal berdasarkan data yang dihimpun, ada anak-anak 21 meninggal dunia dan 83 korban luka," ujarnya.