Partai Golkar kukuh mengusung Ketua Umum Airlangga Hartarto ketimbang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menjadi pilihan pendukung partainya. Hal tersebut diungkapkan Politikus Partai Golkar Maman Abdurahman.
Maman manyampaikan hal tersebut untuk menanggapi hasil riset lembaga survei Charta Politika.
"Pemetaan survei tentunya banyak banget faktor-faktor," kata maman di Hotel Cipta Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (23/12/2022) lalu dikutip dari wartaekonomi.co.id (Jaringan Suara.com).
Kata Maman, faktor terpenting atau syarat mencalonkan menjadi calon presiden yakni adanya dukungan tiket partai.
"Jadi, sekarang mau bilang Ganjar Pranowo surveinya 100 persen, Anies 1.000 persen, Prabowo 500 persen, kalau enggak ada dukungan partai, bagaimana?" ujarnya.
![Airlangga Hartarto di acara Koalisi Indonesia Bersatu [Antara]](https://media.suara.com/suara-partners/moots/thumbs/1200x675/2022/12/01/1-img-20221201-wa0001.jpg)
Menurut Maman, hasil survei merupakan persepsi publik dan hanya salah satu referensi saja. Ia pun kukuh Partai Golkar dalam mengusung calon presiden yani dukungan partai.
"Selesai. Enggak kurang enggak lebih," paparnya.
Maman juga menyebut elektabilitas dari lembaga survei adalah salah S syurveiarat non-formal untuk memutuskan calon presiden.
"Jadi bagi kami, hasil survei terhadap ketua umum merupakan suatu proses dan dinamika berpolitik di Indonesia," jelasnya.
Namun, Maman juga sepakat hasil survei tersebut juga harus dihargai dan dihormati.
"Akan tetapi, belum tentu dan tidak bisa dijadikan sebagai rujukan saja dalam mengambil keputusan. Jadi, saya pikir sesederhana itu saja," kata dia.
Lebih lanjut, Maman mengatakan aspek formal lain yang cukup penting dipikirkan yakni, persyaratan presidential threshold 20 persen.