Publik dihebohkan dengan beredarnya video mesum dua pasangan pemuda di Teras Cihampelas, Kota Bandung.
Padahal sejatinya, sarana publik di Teras Cihampelas yang dibangun di masa Wali Kota Bandung Ridwan Kamil itu dutujukan sebagai sarana publik, bukan tempat esek-esek.
Merespon insiden itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun melakukan sejumlah penataan. Sarana publik seperti kursi, tenda, dan lainnya dipindahkan apabila tidak ada aktivitas perdagangan.
"Sekarang juga tenda-tenda yang kosong dicopot dulu, yang jauh dari para pedagang Teras Cihampelas, supaya tidak ada kesempatan untuk itu (mesum)," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kota Bandung Atet Dedi Handiman dikutip dari Antara, Kamis (5/1/2023).
Adapun aksi diduga mesum yang dilakukan oleh dua sejoli di Teras Cihampelas itu terjadi pada Senin (2/1). Aksi tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial.
Menurut Atet, di Teras Cihampelas terdapat sekitar 30 pedagang. Namun, kata dia, aksi tidak senonoh oleh dua sejoli itu dilakukan di area yang sepi dan jauh dari kumpulan para pedagang.
Meski begitu, Atet mengatakan upaya pengawasan terkait hal tersebut di Teras Cihampelas bukan merupakan tugas pokoknya. Namun, kata dia, pihaknya pun mengajak para pedagang untuk sama-sama menjaga lingkungannya.
Di samping itu, pihaknya pun terus berupaya melakukan reaktivasi Teras Cihampelas dengan beragam kegiatan agar tempat itu tidak terbengkalai, terkena vandalisme, termasuk potensi adanya aksi mesum.
"Kursi-kursi yang disiapkan untuk duduk, kita pindahkan ke area yang lebih ramai," kata dia.