Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuai kritikan dan hujatan usai menggelontorkan uang Rp 1 triliun untuk pembangunan Masjir Raya Al Jabbar di Gedebage, Kota Bandung.
Kekinian, giliran Habib Kribo alias Zein Assegaf yang meontarkan kritik pedas pada Ridwan Kamil.
Menurutnya masih banyak rakyat Bandung dan Jawa Barat yanng hidup dalam kemiskinan tapi Ridwan Kamil malah memilih menggelontorkan dana Rp 1 miliar untuk pembangunan Masjid Al Jabar.
"Bayangkan, bisa membangun masjid dengan anggaran ratusan miliar sementara masih banyak orang di sekitar Bandung tu yang hidup kemiskinan," ujarnya dikutip dari akun TikTok @sayurtebu12, Selasa (10/1/2023).
"Banyak dari mereka yang sekolahnya gagal, tak punya biaya," tambah Habib Kribo.
Dikutip dari situs BPS Jawa Barat, pada Maret 2021, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Jawa Barat mengalami kenaikan yaitu sekitar 6,82 ribu jiwa, dari 4,19 juta jiwa (8,43 persen) pada September 2020 menjadi 4,20 juta jiwa (8,40 persen) pada Maret 2021.
Garis Kemiskinan (GK) Jawa Barat mengalami peningkatan sebesar 2,82 persen dari Rp415.682,- per kapita per bulan pada September 2020 menjadi Rp427.402,- per kapita per bulan.
Nilai Gini Ratio mengalami peningkatan yakni dari 0,398 menjadi 0,412. Peningkatan nilai Gini Ratio ini disumbang oleh peningkatan Gini Rasio di wilayah perkotaan. Gini Ratio di perkotaan naik menjadi 0,423 dari 0,409 pada periode sebelumnya, sedangkan di perdesaan mengalami penurunan dari 0,326 menjadi 0,321.
Sebelumnya diberitakan, pembangunan Masjir Raya Al Jabbar di Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat menuai pro dan kontra. Sosok Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun akhirnya terseret pada pusaran pro dan kontra yang terjadi di publik.
Baca Juga: Anji Ikut-ikutan Bikin Konten Bareng Fajar Sadboy, Warganet: Perasaan Dulu Pernah Kritik Soal Ini
Masjid Raya Al Jabbar sendiri dibangun menggunakan dana dari APBD Jabar yang totalnya Rp 1 triliun.
Kini publik pun menyoroti anggaran lain untuk Masjid Al Jabbar yang nilainya juga fantastis, Rp 20 miliar. Proyek itu adalah pembuatan konten Masjid Al Jabar.
Beyond Anti Corruption (BAC) mensinyalir adanya dugaan penyimpangan dalam pembangunan Masjid Al Jabbar.
BAC menemukan beberapa kejanggalan dari proyek pembuatan konten Masjid Al Jabbar.
Koordinator BAC Dedi Haryadi mengungkapkan setidaknya ada dua indikasi adanya praktik KKN di proses penyediaan proyek senilai Rp20 miliar untuk pembuatan konten Masjid Al Jabbar. Indikasi pertama ada di proses lelang proyek ini.
Penyelusuran BAC menemukan jika proyek pengadaan konten mengalami kegagalan selama dua kali akibat tidak adanya peserta lelang yang dianggap layak. Sehingga pada akhirnya dilakukan penunjukkan langsung.