Masjid Raya Al Jabbar di Gedebage, Kota Bandung diserbu jutaan warga usai diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada 30 Desember 2022 lalu.
Tak ayal, jalan menuju Masjid Al Jabbar hingga saat ini selalu padat dilintasi wisatawan yang akan mengunjungi masjid yang dibangun dengan dana Rp 1 triliun itu.
Kemacetan parah kerap terjadi di jalur menuju Masjid Al Jabbar. Terutama di palang pintu perlintasan Kereta Api yang ada di Jalan Gedebage.
pemandangan ribuan warga tengah menunggu kereta api lewat itu terlihat dari ungahan video pemilik akun TikTok @umielisusanti pada Rabu (11/1/2023).
Terlihat banyak warga yang menggunakan kendaraan bermotor dan terjebak kemacetan ketakutan ketika akan melintasi lintasan kereta api. Mereka takut ada kereta yang melintas saat terjebak di perlintasan.
"Pulang dari Al Jabbar, kejebak macet banyak yang ketakutan denga lintasannya kereta api," tulis pemilik akun.
Beberapa netizen pun mengomentari unggahan video itu. Ada yang mempertanyakan mengapa ribuan warga itu jauh-jauh datang ke Masjid Raya Al Jabbar padahal belum tentu sering datang ke masjid yang ada di dekat rumah mereka.
"Dekat rumah kan ada masjid ya, kenapa jauh?" tulis seorang netizen.
Sebelumya diberitakan, pasca peresmian Masjid Al Jabbar pada Jumat, 30 Desember 2022 lalu warga sekitar Jalan Cimincrang mengeluh karena jalan tersebut kini selalu macet.
Baca Juga: Jaemin NCT Akan Hiasi Cover Majalah Marie Claire Korea Edisi Februari
Kemacetan itu terjadi akibat tingginya animo masyarakat yang berkunjung untuk melihat langsung Masjid Al Jabbar pasca diresmikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Aditya Kusnadi (28) salah satu warga komplek Cempaka Arum menjadi salah satu warga yang mengeluhkan hal tersebut.
Menurutnya, semenjak Masjid Al Jabbar diresmikan Jalan Cimincrang selalu macet akibat banyaknya wisatawan.
"Jadi biasanya saya kalau pergi bekerja itu lewat Jalan Cimincrang untuk menuju Soekarno Hatta. Nah, biasanya saya paling butuh 5-7 menit dari rumah ke Soekarno Hatta itu. Sekarang bisa sampai satu jam," ujar Aditya Kusnadi beberapa waktu lalu.