Di Hadapan Sidang DKPP, Anggota KPU Idham Holik Bantah Intimidasi KPUD soal Dirumahsakitkan

Suara Moots

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:58 WIB
Di Hadapan Sidang DKPP, Anggota KPU Idham Holik Bantah Intimidasi KPUD soal Dirumahsakitkan
Anggota KPU Idham Holik. ([Instagram @idhamholik])

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Idham Holik menegaskan frasa "dirumahsakitkan" atau "dibawa ke rumah sakit" yang dia sampaikan dalam Konsolidasi Nasional (Konsolnas) KPU bukan merupakan intimidasi bagi jajaran KPU Daerah (KPUD).

Hal itu disampaikannya saat menyampaikan tanggapan selaku teradu X dalam persidangan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) di Ruang Sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jakarta, Rabu (8/2/2023).

"Frasa tersebut juga kami sampaikan dalam suasana yang santai, canda, dan tidak ada unsur intimidasi sama sekali karena ketika saya menyampaikan hal tersebut, saya diberikan applause (tepuk tangan) dan tawa dalam satu forum," ujar Idham.

Dia menambahkan frasa ataupun kalimat arahan yang dia sampaikan dalam Konsolnas tersebut, merupakan wujud upayanya selaku anggota KPU yang merupakan pimpinan bagi segenap KPUD untuk memastikan mereka dapat melaksanakan aturan dengan sebaik-baiknya.

Lebih lanjut, Idham menjelaskan forum Konsolnas KPU memang ditujukan untuk memastikan bahwa seluruh penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPU provinsi, Komite Independen Pemilihan (KIP) Aceh, KPU, dan KIP kabupaten/kota se-Indonesia dapat melaksanakan aturan dengan sebaik-baiknya.

Berikutnya, menurut Idham, kalimat, "Enak enggak enak, dikeluarkan di dalam. Kita semua yang merasakan. Siapa yang tidak tegak lurus, saya bawa masuk ke rumah sakit," yang dia sampaikan dalam Konsolnas itu berada dalam konteks bahwa ia secara pribadi selaku komisioner KPU menegaskan pentingnya bagi seluruh jajaran KPU se-Indonesia untuk menjaga etika komunikasi, baik komunikasi organisasi maupun komunikasi publik.

"Jadi, konteksnya adalah pada persoalan bagaimana dalam konteks komunikasi organisasi dan komunikasi publik kita memahami tentang pentingnya literasi dan implementasi etika karena ada kasus saya sering kali melihat komisioner itu seharusnya membicarakan hal-hal yang tidak perlu dibicarakan di publik, tapi dibicarakan di publik," jelas Idham.

Ia pun memandang komunikasi tersebut bersifat tidak etis bagi anggota KPU.

Dalam konteks kolektif kolegial, tambah dia, apabila ada hal-hal yang perlu didalami, komisioner KPU sepatutnya membicarakannya di internal KPU terkait.

baca juga

Sebelumnya, berdasarkan aduan dari pengadu anggota KPU Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, Jack Stephen Seba, mengenai perkara dugaan kecurangan dalam tahapan verifikasi partai politik calon peserta Pemilu 2024, Idham selaku teradu X diduga menyampaikan ancaman di hadapan seluruh peserta Konsolidasi Nasional KPU se-Indonesia yang digelar di Convention Hall Beach City Entertaiment Center (BCEC), Ancol, Jakarta Utara, pada 2 Desember 2022.

Ancaman atau intimidasi tersebut adalah terkait dengan perintah agar seluruh anggota KPU tegak lurus, tidak boleh melanggar, dan bagi yang melanggar akan dimasukkan ke rumah sakit. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dugaan Kecurangan Verifikasi Parpol Berbuntut Panjang, DKPP Bakal Periksa Penyelenggara Pemilu

Dugaan Kecurangan Verifikasi Parpol Berbuntut Panjang, DKPP Bakal Periksa Penyelenggara Pemilu

Moots | Selasa, 07 Februari 2023 | 12:00 WIB

Mantan Bupati Badung Mendadak Mundur dari Bacalon DPD Pemilu 2024

Mantan Bupati Badung Mendadak Mundur dari Bacalon DPD Pemilu 2024

Bali | Minggu, 05 Februari 2023 | 20:38 WIB

Ni Luh Djelantik Hingga Wayan Geredeg Melenggang ke Tahap Verifikasi Faktual

Ni Luh Djelantik Hingga Wayan Geredeg Melenggang ke Tahap Verifikasi Faktual

Bali | Jum'at, 03 Februari 2023 | 14:24 WIB

Terkini

Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:44 WIB

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:41 WIB

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau

Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau

Sumbar | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:33 WIB

Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya

Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:26 WIB

Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS

Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Melacak Jejak Warisan Meneer Belanda di Balik Budaya Panjat Pinang

Melacak Jejak Warisan Meneer Belanda di Balik Budaya Panjat Pinang

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:23 WIB

×