Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

Dwi Bowo Raharjo, Faqih Fathurrahman

Senin, 17 Agustus 2026 | 12:48 WIB
Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden
Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri. (Suara.com/Faqih)
baca 10 detik
  • Megawati Soekarnoputri menyatakan ada upaya berulang untuk menghapus peran Soekarno dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
  • Pencabutan TAP MPRS Nomor 33 Tahun 1967 setelah 57 tahun memulihkan nama baik Presiden Soekarno.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat bertugas sebagai inspektur upacara di Jakarta Selatan pada 17 Agustus 2026.

Suara.com - Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyinggung soal adanya upaya berulang untuk menghapus peran presiden pertama Indonesia, Soekarno dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Megawati saat bertugas sebagai inspektur upacara di sekolah partai PDIP, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).

Awalnya, Megawati menjelaskan peran Soekarno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Ia menilai, jika proses perjuangan dan konsolidasi negara menuju kemerdekaan pasti ada campur tangan ayahnya.

"Tidak ada satu pun proses sejarah perjuangan kemerdekaan dan konsolidasi negara tanpa campur tangan beliau," kata Megawati.

Setelah merdeka, Megawati menilai sejarah perjuangan malah diputar balik seakan menghapus peran Bung Karno.

"Namun sejarah kemudian diputar, diputar balik, berulang-ulang mencoba menghapuskan peran Bung Karno," ujar Megawati.

Meskipun begitu, Megawati menekankan bahwa kebenaran tetap menemukan jalannya melalui pencabutan TAP MPRS Nomor 33 Tahun 1967.

Pencabutan itu merupakan penantian keluarga Soekarno selama 57 tahun. Kini, nama baik Soekarno yang sempat tercoreng kembali pulih.

baca juga

"Kalian lihat saja, mau ditekan 57 tahun, akhirnya dicabut juga. Nah, begitu dicabut, namanya harum kembali. Coba boleh dilihat," ucap Megawati.

Saat ayahnya berkuasa, Megawati menyebut Soekarno pernah dikenakan tahanan rumah tanpa proses pengadilan pada masa Orde Baru.

"Karena Pak Harto ingin menjadi presiden, maka Bung Karno itu dilakukan suatu penahanan. Saya pun tidak tahu namanya apa. Hanya ditaruh permulaan di Istana Bogor, setelah itu di Batu Tulis, setelah itu lalu di Wisma Yaso. Tanpa sebuah proses pengadilan," ungkapnya.

Megawati juga menuturkan kepedihan keluarga yang selama puluhan tahun tidak pernah menerima dokumen atau selembar kertas resmi mengenai status hukum penahanan Bung Karno.

Perlakuan di dalam negeri yang diterima Bung Karno, kata Mega sangat kontras dengan penghormatan dunia internasional.

Di sebagian negara, Bung Karno diabadikan menjadi nama jalan, ada juga patung Bung Karno diabadikan di berbagai negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:44 WIB

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:26 WIB

Megawati: Hukum Indonesia seperti Zaman Belanda, Dijalankan tapi Tak Berkeadilan

Megawati: Hukum Indonesia seperti Zaman Belanda, Dijalankan tapi Tak Berkeadilan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Jalan Merdeka Utara Jadi Lautan Merah, Ribuan Warga Antusias Rayakan HUT ke-81 RI

Jalan Merdeka Utara Jadi Lautan Merah, Ribuan Warga Antusias Rayakan HUT ke-81 RI

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Pesona Istri Keenam Soekarno Ratna Sari Dewi Kenakan Kebaya Merah Jambu di Upacara HUT RI

Pesona Istri Keenam Soekarno Ratna Sari Dewi Kenakan Kebaya Merah Jambu di Upacara HUT RI

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:14 WIB

Terkini

Implementasi B50 Banyak Kendalanya

Implementasi B50 Banyak Kendalanya

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:02 WIB

Menko Zulhas Akui MBG Gagal: Anggaran Besar, Dua Tahun Berjalan, Banyak Masalah!

Menko Zulhas Akui MBG Gagal: Anggaran Besar, Dua Tahun Berjalan, Banyak Masalah!

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:00 WIB

Review Novel Last Minute in Manhattan: Romansa Manis Berlatar di California

Review Novel Last Minute in Manhattan: Romansa Manis Berlatar di California

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 19:00 WIB

Harga Motor Honda September 2026: Dari Skutik Lincah hingga Motor Sport Gagah

Harga Motor Honda September 2026: Dari Skutik Lincah hingga Motor Sport Gagah

Otomotif | Selasa, 08 September 2026 | 19:00 WIB

6 Fakta Hilangnya Speedboat Jurnalis di Selat Sunda

6 Fakta Hilangnya Speedboat Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 18:55 WIB

Ida Nurlaela Kritik Pemerintah Soal Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes: Itu Uang Rakyat

Ida Nurlaela Kritik Pemerintah Soal Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes: Itu Uang Rakyat

News | Selasa, 08 September 2026 | 18:52 WIB

Others: Ketika Pagar Pemisah Justru Mengajarkan Arti Kemanusiaan

Others: Ketika Pagar Pemisah Justru Mengajarkan Arti Kemanusiaan

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 18:50 WIB

Ribuan Penyuling Minyak Muba Tuntut Kepastian Hukum, Usaha Puluhan Tahun Terancam

Ribuan Penyuling Minyak Muba Tuntut Kepastian Hukum, Usaha Puluhan Tahun Terancam

Sumsel | Selasa, 08 September 2026 | 18:48 WIB

Kebakaran TPA Galuga Padam, Bupati Bogor: Tinggal Sisa Asap Tebal

Kebakaran TPA Galuga Padam, Bupati Bogor: Tinggal Sisa Asap Tebal

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 18:40 WIB

Dicecar Soal Hubungan dengan Tan Kian, Febrie Bantah Terima Uang di Kasus ASABRI

Dicecar Soal Hubungan dengan Tan Kian, Febrie Bantah Terima Uang di Kasus ASABRI

News | Selasa, 08 September 2026 | 18:39 WIB

×