Sebuah akun Facebook bernama Merpati Putih mengunggah narasi bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi Formula E dan Bansos.
Namun dari pemeriksaan fakta yang diakukan Turnbackhoax.id--jejaring Suara.com, tidak ditemukan fakta bahwa KPK menetapkan Anies Baswedan sebagai tersangka dalam dugaan adanya korupsi penyelenggaraan Formula E Jakarta atau korupsi bansos dalam lingkup pemerintah provinsi DKI Jakarta.
Dalam unggahannya, akun facebook tersebut mengklaim bahwa PJ Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi, menyerahkan bukti ke KPK terkait kasus dugaan korupsi yang dilakukan Anies Baswedan.
Namun klaim tersebut ternyata salah, KPK belum pernah menetapkan adanya tersangka dalam dugaan terdapat korupsi dalam proyek Formula E atau korupsi bansos pada lingkup pemerintah provinsi DKI Jakarta.
Dalam video tersebut terdapat cuplikan Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri, menyampaikan menjelaskan bahwa seluruh kerja dan program KPK yang khususnya berkaitan dengan penindakan tidak ada kaitannya dengan urusan politik, tidak ada pernyataan dalam video tersebut menyebut bahwa Anies ditetapkan sebagai tersangka.
Dengan demikian, Anies Baswedan tersangka kasus korupsi Formula E dan bansos merupakan hoaks dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Sementara itu, Bakal Calon Presiden (Capres) RI Anies Baswedan mengatakan hoaks tidak dibutuhkan dalam memenangkan kontestasi pemilu apabila memiliki kepercayaan diri atas rekam jejak dan gagasan yang dapat dinilai oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan-nya saat memberikan pidato pada Apel Siaga Pemenangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tahun 2024 di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (26/2/2023) dikutip dari Antara.
"Kita tidak perlu membuat hoaks. Kita tidak perlu mengarang-ngarang dan kita juga tidak perlu berlebih-lebihkan pencapaian. Kenapa? karena kita percaya diri dengan rekam jejak. Kita percaya diri dengan rekam karya. Kita percaya diri dengan rekan gagasan yang ada selama ini," kata Anies.
Baca Juga: Joget Pakai Jas Putih Bareng Dokter Koas, Jerome Polin Dirujak Habis-habisan Netizen
Selain tidak perlu membuat hoaks, Anies menyebut orang yang memiliki kepercayaan diri juga tidak perlu melancarkan serangan terhadap pihak lain.
"Orang yang percaya diri dengan apa yang dimiliki tak akan terprovokasi dan tak akan goyang dengan serangan dan usaha merendahkan pihak lain," ujarnya.
Ia kemudian meminta pesan tidak melancarkan hoaks disebarluaskan dengan santun, semangat merangkul dan menginspirasi.