Ketua DPRD Kabupaten Indramayu Saefudin menyayangkan pengunduran diri Lucky Hakim dari jabatan Wakil Bupati Indramayu. Pasalnya, yang bersangkutan terpilih dengan biaya yang tidak sedikit.
Diketahui, Pilkada Indramayu 2022 yang menghabiskan dana yang tak sedikit. KPU setempat menganggarkan Rp 73.606.078.000 dalam kontestasi yang mengatarkan Nina Agustiana dan Lucky Hakim sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu terpilih.
Meski begitu, Saefudin mengatakan pihaknya bakal memanggil Lucky Hakim terkait pengunduran diri tersebut.
Ia mengatakan pihaknya bersama seluruh ketua fraksi yang berada di DPRD Kabupaten Indramayu, sudah bertemu dengan Wakil Bupati Lucky Hakim, untuk memastikan apakah surat yang disampaikan itu dari dirinya atau tidak.
“Kami bertanya ke Wabup Lucky terkait apakah surat tersebut benar atau tidak, dan dijawab itu semua benar,” kata Saefudin di Indramayu, Selasa (28/1/2023).
Selain itu, lanjut dia, para ketua fraksi partai juga mempertanyakan pengunduran diri Wabup Lucky, namun itu semua sudah dijawab dengan tegas oleh Wabup.
Saefudin menyayangkan pengunduran diri Wabup Lucky, karena yang bersangkutan terpilih dengan biaya yang tidak sedikit, akan tetapi mereka sudah mempersilahkan, karena itu merupakan hak politik Wabup Lucky Hakim.
“Kami memang sangat menyayangkan pengunduran diri Wabup Lucky, tapi ini semua sudah menjadi pilihan yang bersangkutan, jadi kami akan memprosesnya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan pengunduran diri dari jabatan wabup memang sudah matang, karena selama menjabat tidak memiliki kewenangan apapun.
Baca Juga: Cegah Pelecehan Seksual, Pasukan TNI Ikut Berdesakan Jaga Penumpang Bus Transjakarta
Bahkan, lanjut Lucky, selama satu bulan lalu pada Februari 2023, pihaknya tidak datang sama sekali ke Kabupaten Indramayu, dan tidak ada yang mencari dirinya sama sekali.
“Selama sebulan saya tidak ke Indramayu, dan selama itu pula tidak ada yang mencari, sehingga saya yakin untuk mengundurkan diri,” tandasnya.