Ranca Upas Memanggil! Seluruh Pencinta Alam Diundang Hadir ke Kampus Uninus Bandung Kamis Sore

Suara Moots

Rabu, 08 Maret 2023 | 15:13 WIB
Ranca Upas Memanggil! Seluruh Pencinta Alam Diundang Hadir ke Kampus Uninus Bandung Kamis Sore
Undangan Konsolidasi Penccinta Alam untuk Sikapi Kerusakan Hutan di Kawasan Ranca Upas dan Bandung Selatan. (Istimewa)

Pencinta alam senior Jawa Barat, Dedi Kurniawan atau akrab disapa Dedi Gejuy mengajak seluruh pencinta alam yang ada di wilayah cekungan Bandung untuk hadir dalam kegiatan konsolidasi menyikapi kerusakan alam akibat kegiatan motor trail di Ranca Upas, Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Daerah Walhi Jabar itu mengatakan konsolidasi bakal digelar di markas Mapala Giriraya, Uninus, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung pada Kamis (9/3/2023) pukul 15.30 WIB.

"Konsolidasi ini untuk menyikapi penyalahgunaan dan kerusakan di hutan lindung Ranca Upas dan sekitarnya," kata Dedi Gejuy pada Suara.com, Rabu (8/3/2023).

Sebelumnya, pencinta alam hingga lembaga yang concern pada isu lingkungan dibuat geram dengan kelakuan Perhutani yang memberikan izin penyelenggaraan event motor trail di kawasan Ranca Upas, Ciwidey, Kabupaten Bandung pada Minggu (5/3/2023) lalu.

Akibatnya, kawasan Ranca Upas mengalami kerusakan cukup parah akibat digilas roda ratusan motor trail berdaya puluhan tenaga kuda.

Padang rumput atau savana indah yang menghampar di Ranca Upas hancur berantakan. Sejumlah tanaman bunga rawa atau edelweis rawa yang ada di sana juga rusak dan mati.

Merespon hal itu, Ketua Dewan daerah Walhi Jawa Barat, Dedi Kurniawan atau yang akrab disapa Dedi Gejuy bakal mempertanyakan landasan apa yang mendasari Perhutani sebagai pengelola kawasan memberikan izin penyelenggaraan motor trail di Ranca Upas.

Pasalnya kata Gejuy, dirinya tak menemukan adanya regulasi yang mengatur mengenai tata cara pemberian izin kegiatan motor trail atau motor cross di kawasan hutan.

"Terkait hal itu kami meminta klarifikasi resmi dari Perhutani. Apa dasar hukumnya, karena hutan berstatus hutan lindung dan peruntukan hutan tidak dapat dipakai untuk kegiatan nonkehutanan," kata Dedi Gejuy pada Suara.com, Rabu (8/3/2023).

baca juga

Dedi Gejuy menambahkan, kegiatan nonkehutanan bisa dilakukan jika mendapat izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Maka kami minta audiensi terbuka dengan Perhutani. Kerusakan sudah terjadi secara masif dan perlu ada perbaikan," lanjutnya.

Diketahui, event motor trail di kawasan Ranca Upas, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Minggu (5/3/2023) yang viral lantaran ratusan peserta ngamuk dan membakar sepeda motor milik panitia ternyata berbuntut panjang.

Kegiatan yang digelar di rawa Ranca Upas itu juga ternyata merusak tanaman bunga rawa atau Edelweis yang tumbuh di lokasi itu.

Diduga, tanaman Edelweis banyak yang rusak hingga mati lantaran tergilas roda motor trail yang mengikuti event trail yang berakhir rusuh pada hari Minggu.

Rusaknya tanaman Edelweis di Ranca Upas ini membuat warga marah. Ia menyebut panitia dan Perhutani sebagai pihak yang memberikan izin atas penyelenggaraan event itu untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan.

"Buat temen-temen semuanya ya, panitia event trail di Rancaupas, khususnya buat orang Perhutani yang memberikan kebijakan, memberikan izin terkait acara tersebut lihat nih dampaknya seperti ini," ujar Mang Uprit melalui akun TikTok miliknya @mang_uprit_mamprang79 pada Rabu (8/3/2023).

Dalam video itu, Mang Uprit memperlihatkan area padang rumput di Ranca Upas yang hancur akibat penyelenggaraan event motor trail.

"Hancur! Lihat sama mata Anda hancur gak? Dan lokasi ini meskipun banyak rumput biar Anda paham, sudah saya tanam lagi saya kembangbiakkan bunga rawa. Sedangkan bunga ini tuh di dunia ini hanya ada di dua tempat," tegasnya.

"Tumbuh lagi gak? Susah! Menghijaukan lokasi ini juga kapan mau hijau lagi? Lama!" lanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Logonya Dipakai oleh Acara yang Bikin Ranca Upas Rusak, Bupati Bandung Meradang

Logonya Dipakai oleh Acara yang Bikin Ranca Upas Rusak, Bupati Bandung Meradang

Jabar | Rabu, 08 Maret 2023 | 14:02 WIB

Savana dan Edelweis Rawa di Ranca Upas Rusak Parah, Pencinta Alam Bakal Gugat Perhutani

Savana dan Edelweis Rawa di Ranca Upas Rusak Parah, Pencinta Alam Bakal Gugat Perhutani

Jabar | Rabu, 08 Maret 2023 | 13:01 WIB

Pantas Mang Uprit Ngamuk, Edelweis Rawa yang Rusak di Ranca Upas Ternyata hanya Bisa Tumbuh di Dua Tempat Ini

Pantas Mang Uprit Ngamuk, Edelweis Rawa yang Rusak di Ranca Upas Ternyata hanya Bisa Tumbuh di Dua Tempat Ini

Moots | Rabu, 08 Maret 2023 | 12:25 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×