Kebakaran yang terjadi di Rumah Sakit Salak (RS Salak) pada siang tadi sekitar pukul 13.30 WIB menyita perhatian banyak pihak.
Pasalnya, RS Salak terbakar tersebut lokasinya tidak jauh dengan pintu utama Istana Presiden Joko Widodo atau Istana Bogor.
Ada beberapa fakta menarik soal kebakaran RS Salak dirangkum Moots.suara.com.
1. Sempat terjadi ledakan terdengar di lokasi kebakaran RS Salak yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Kota Bogor.
Petugas dan warga yang berada di lokasi kebakaran RS Salak itupu sempat panik mendengar suara ledakan.
2. 4 mobil Pemadam Kebakaran Dikerahkan
Sebanyak empat mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan kobaran api di RS Salak Bogor tersebut. Hal itu diungkapkan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Bismo Teguh Prakoso.
3. RS Salak Kebakaran dekat dengan Istana Bogor
Lokasi RS Salak yang terbakar pada siang tadi tidak jauh dengan pintu utama Istana Bogor.
Baca Juga: Penyebab Kebakaran di RS Salak Akibat Korsleting Listrik
4. Jalan Jenderal Sudirman Ditutup
Jalan Jenderal Sudirman yang menuju ke RS Salak saat pemadaman api sempat ditutup oleh aparat.
5. Penyebab RS Salak Kebakaran akibat korsleting listrik
Wali Kota Bogor Bima Arya menjelaskan dugaan penyebab kebakaran RS Salak, yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor.
Untuk diketahui, kebakaran RS Salak itu terjadi pada Jumat 7 April 2023 siang, sekitar pukul 13.30 WIB.
Rumah Sakit Salak sendiri berada tidak jauh dari pintu utama Istana Bogor. Hal tersebut mendapatkan perhatian serius.
Apalagi, jalan menuju Jenderal Sudirman, Kota Bogor itu sempat ditutup.
Kobaran api menjalar di salah satu bangunan RS Salak yang ada persis di bersentuhan langsung dengan Jalan Sudirman itu membumbung tinggi. Bahkan, videonya viral di media sosial.
"Korsleting listrik di seputaran medical check up. Di situ kemudian api menjalar ke apotek dan Pemadam Kebakaran bergerak cepat karena kita khawatir akan kena ke pasien. Tapi jaraknya agak jauh dengan IGD. Jadi kita fokus padamkan di lokasi dan mencegah agar tidak menjalar ke bangunan Denpom," kata Bima Arya, kepada wartawan.