Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum resmi bebas dari penjara di Lapas Sukamiskin, Bandung, Selasa (11/4/2023). Anas keluar lapas sekitar pukul 13.30 WIB.
Pengamat politik Ahmad Atang menangatakan, bebasnya Anas Urbaningrum setelah dipenjara selama 10 tahun menjadi fenomena menarik.
Karena kasus yang menjerat Anas masih menjadi teka teki publik antara murni kasus hukum atau intervensi politik kekuasaan saat itu.
Dengan Anas Urbaningrum bebas, menurutnya, ini menandakan bahwa babak baru jalan politik Anas akan dimulai.
"Namun kita belum tahu apa agenda setelah menghirup udara bebas, namun naluri politik Anas tidak bisa dihentikan begitu saja," tuturnya, Selasa (11/4).
"Loyalis Anas telah membangun panggung politik baru baginya, yakni Partai Kebangkitan Nusantara," katanya.
Kehadiran Anas dapat menjadi kekuatan baru bagi PKN, walaupun Anas mantan napi namun masih memiliki pengaruh politik yang cukup kuat.
Sebagai figur yang besar dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Anas Urbaningrum masih memiliki jaringan politik yang luas. Hal ini akan menguntungkan PKN.
Atang mengatakan, walaupun sebagai peserta pemilu untuk pertama kalinya, PKN setidaknya memiliki arah perjuangan. Termasuk pilihan untuk mendukung capres pada pemilu mendatang.
Baca Juga: Sederet Agenda Anas Urbaningrum Usai Bebas dari Lapas Sukamiskin
Namun, pengamat dari Universitas Muhammadiyah Kupang ini mengatakan, Anas Urbaningrum dan PKN kecil kemungkinan akan berlabuh pada Koalisi Perubahan. Karena ada Partai Demokrat.
"Melihat realitas yang ada, Anas dan PKN kecil kemungkinan akan berlabuh pada koalisi perubahan karena ada partai Demokrat di situ, walaupun Anas dan Anies Baswedan sama-sama lahir dari rahim HMI," kata dia.
Menurut dia, pilihan politik Anas dan PKN hanya ada pada koalisi besar yang sedang dibangun oleh Koalisi Indonesia Raya (KIR) dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
Namun, apapun pilihan politik Anas tetap akan memberikan warna pada dinamika dan suhu politik menjelang pemilu dan pilpres 2024 mendatang.