Saddil Ramdani dalam beberapa hari terakhir mendapat kritikan bertubi-tubi dari sejumlah pihak. Hal ini lantaran pernyataan Saddil untuk menjawab cibiran netizen perihal permainannya bersama Timnas Indonesia.
Saddil terbaru akhirnya mengeluarkan pernyataan lebih lunak dibanding sebelumnya. Pada postingan di akun Instagram miliknya, Saddil mengucapakn terima kasih atas kritikan dari semua pihak.
Pemain Sabah FC itu pun kemudian berjanji akan bekerja lebih keras di klub demi bisa mendapat kepercayaan membela Timnas Indonesia.
"Terimakasih kritikanya yang luar biasa untuk saya dan saya yakin berarti suporter Garuda sayang sama saya," tulis Saddil.
Ia pun meminta doa dari publik agar bisa tunjukkan performa terbaik di lapangan hijau.
"kedepan saya akan kerja keras di klub memberikan performa terbaik agar saya mendapat kesempatan bermain membela timnas di masa mendatang, minta doanya Terimaksih semua," sambungnya.
Sebelumnya, Saddil mendapat sindiran telak dari eks pelatih Timnas Futsal Indonesia, Justin Lhaksana.
Dalam video yang beredar di laman sosial media, Saddil Ramdani diminta untuk sadar diri dan menurunkan ego jika tidak ingin hancur sebagai pesepak bola.
"Saddil dengerin. Yang namanya pelatih timnas itu mewakili 275 juta rakyat Indonesia. Ya, di mana ada yang namanya PSSI yang berhak mengatur sepak bola Indonesia," ucap coach Justin.
Justin Lhaksana tegaskan bahwa pelatih timnas Indonesia yang ditunjuk oleh PSSI memiliki hak mengatur untuk menjalankan sistem yang ia miliki.
"Kalau pelatih punya sebuah sistem, dan di sini jelas terbukti, lo mengatakan bahwa lo tidak diberikan jam terbang dan kebebasan bermain. Jam terbang lo harus dapatkan di mana? di saat latihan," ucap coach Justin.
Menurunya, pelatih punya hak tidak memainkan pemain yang tidak perform saat latihan. Hal itu tidak bisa diganggu gugat pemain.
"Lo boleh merasa diri lo Zidane, Messi atau Ronaldo, itu hak lo. Tapi kalo dia (pelatih) merasa lo tidak perform, lo nggak akan jadi starter," tegasnya.