Kasus bullying anak kerap terjadi akhir-akhir ini. Terbaru, siswa kelas 2 SD di Medan, Sumatera Utara meninggal dunia karena diduga jadi korban perundungan kakak kelasnya.
Korban bernama Ibrahim Hamdi alias Baim (8 tahun) menurut pengakuan ibundanya sempat mengadu bahwa sebelum meninggal bahwa ia merasakan sakit setelah dianiaya kakak kelas sepulang sekolah.
Menurut pengakuan ibunya, Baim dikeroyok oleh kakak kelas dari kelas 5 dan kelas 6. "Pulang-pulang dia sudah nangis, ngadu dipukuli," ucap ibu Baim, Yusraini Nasution alias Butet.
Baim pun korban pertama, kasus bully juga pernah dialami banyak anak di sejumlah Indonesia.
Terkait viral kasus bully kepada anak, Ustadz Khalid Basalamah memiliki pendapat tersendiri.
Dikatakan oleh Ustadz Khalid Basalamah bahwa saat anak kita mendapat bully hanya sekedar kata-kata, baiknya orang tua mengajarkan untuk hal itu tidak dibalas.
"Kalo itu hanya sekedar kata-kata, diucapkan kata-kata tidak usah dibalas," ucap Ustadz Khalid Basalamah.
"Kalo orang mengatakan apapun nda usah bales, diamin saja," sambungnya.
"Tapi kalo sudah sampai menyakiti fisik, gak boleh. Harus bela diri," tegas Ustadz Khalid Basalamah.
Baca Juga: Dendam Kesumat Sering Di-bully di Sekolah, Jadi Motif Tersangka Serang Pengunjung Kafe di Bekasi
Menurut Ustadz Khalid Basalamah, orang tua harus bisa ajarkan anak mereka membela diri saat mereka disakiti secara fisik oleh orang lain.
"Sampaikan kepada anak, bela dirimu nak. Karena Nabi Muhammad SAW bilang, siapa yang terbunuh karena membela dirinya, membela hartanya, nama baiknya kan mati syahid," jelasnya.
"Harus kita bijak mengajarkan anak kita. Bukan kita ajarkan anak kita berkelahi bukan. Tapi kalo pada saat dia di sekolah disudutkan ke belakang sekolah, lalu akan dikeroyok, digebukin, lalu kita diam saja, tidak. Dia harus melawan, berusaha melawan dan melarikan diri, misalnya melapor kepada sekolah,"
"Kalo pada saatnya harus melawan. Kalo tidak mungkin bisa sampai cacat fisik, mungkin ini dan itu kan kalo tidak melawan," tambah Ustadz Khalid Basalamah.