Baru-baru ini beredar kabar mengejutkan yang mengklaim seluruh partai dukung Anies Baswedan hingga membuat Megawati stres hingga pecat dan batalkan Ganjar Pranowo jadi Calon Presiden (Capres) PDIP.
Klaim semua partai dukung Anies Baswedan hingga Megawati pecat dan batalkan Ganjar Pranowo jadi capres PDIP beredar melalui video yang diunggah kanal Youtube Rahasia Politik.
“MENGEJUTKAN!! SELURUH PARTAI DUKUNG ANIES, MEGAWATI STRES PECAT & BATALKAN GANJAR JADI CAPRES PDIP!” tulis narasi unggahan kanal Youtube tersebut.
Lantas, benarkah klaim semua partai dukung Anies Baswedan hingga Megawati pecat dan batalkan Ganjar Pranowo jadi capres PDIP? Selengkapnya akan terjawab melalui artikel ini.
Penjelasan Cek Fakta

Video berisi klaim semua partai dukung Anies Baswedan hingga Megawati pecat dan batalkan Ganjar Pranowo jadi capres PDIP beredar melalui kanal Youtube Rahasia Politik.
Judul video tersebut menyebut Megawati stres karena seluruh partai memberikan dukungan kepada lawan Ganjar Pranowo, Anies Baswedan.
Namun, setelah menonton video tersebut hingga akhir tidak ditemukan informasi valid yang menyebut klaim pemecatan dan pembatalan Ganjar sebagai capres PDIP.
Faktanya, cuplikan dan narasi dalam video tidak saling berkaitan. Selain itu, narasi yang dibacakan dalam video identik dengan artikel yang diunggah Merdeka.com berjudul “Anies Baswedan: Survei Nomor Tiga Kenapa Dijegal-jegal?” dan artikel milik Tribunnews dengan judul “Anies Baswedan: Survei Nomor Tiga Kenapa Dijegal-jegal?”
Dua artikel tersebut menjelaskan tanggapan Anies Baswedan mengenai survei elektabilitas bakal calon presiden dari berbagai lembaga survei.
Dalam berbagai hasil survei yang beredar, Anies Baswedan selalu berada di urutan ketiga di bawah Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Anies pun meminta para pendukungnya tidak perlu khawatir dengan hasil survei yang ada saat ini.
Menurut Anies, hasil survei sebaiknya dijadikan sebagai referensi bukan justru menjadi demotivasi.
Terkait isu jegal-menjegal, Anies menanggapinya dengan santai. Anies menganggap dari survei hanya berada di urutan ketiga, tidak perlu dilakukan penjegalan.
Hal tersebut akan berbeda jika sebenarnya survei tersebut dimanipulasi dan membuatnya berada di urutan ketiga.