Baru-baru ini beredar kabar yang mengklaim ribuan warga Solo putar haluan dukung Anies Baswedan di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 mendatang.
Klaim ribuan warga Solo dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024 itu beredar melalui video berdurasi 8 menit 2 detik yang diunggah kanal Youtube Suara Rakyat.
"GEMPAR !! RIBUAN WARGA SOLO PUTAR HALUAN DUKUNG ANIES PILPRES 2024…," tulis narasi unggahan video tersebut.
Lantas benarkah klaim ribuan warga Solo dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024? Selangkanya akan terjawab dalam artikel ini.
Penjelasan Cek Fakta
Video berisi klaim ribuan warga Solo dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024 diunggah kanal Youtube Suara Rakyat.
Namun, setelah menyaksikan video berdurasi 8 menit 2 detik itu hingga akhir, ternyata tidak ditemukan informasi kredibel terkait klaim dalam narasi.
Video tersebut ternyata hanya berisi video dan gambar dari peristiwa yang berbeda-beda yang digabung menjadi satu lalu di unggah ke Youtube.
Dalam video tersebut, turut dibacakan pula narasi yang identik dengan artikel bangka.tribunnews.com berjudul “Teka-Teki Bakal Cawapres Anies Baswedan, Inilah 2 Sosok dari Jawa Timur yang Diperhitungkan” tulis judul artikel tersebut.
Baca Juga: Jokowi Tawarkan Gibran Rakabuming Raka Jadi Cawapres Anies Baswedan, Benarkah?
Sementara, Thumbnail yang memprtlihatkan lautan manusia yang mana fakta foto tersebut adalah suasanan kampanye akbar Jokowi-Maruf di GBK.
Thumbnail tersebut identik dengan artikel milik jambi.tribunnews.com yang diunggah pada 13 April 2019 dengan judul artikel “Membludak, Simak Kondisi Terbaru Diluar Lapangan GBK Jelang Kampanye Akbar Jokowi Pukul 13.00 WIB”.
Selain itu, tidak ditemukan juga video kerumunan massa pada video tersebut, karenanya klaim tentang ribuan warga solo putar haluan dan dukung Anies Baswedan di pilpres 2024 adalah salah.
Kesimpulan
Berdasarkan Penjelasan Cek Fakta di atas diketahui ternyata tidak ada video kerumunan massa pada video tersebut. Karenanya, klaim ribuan warga solo putar haluan dan dukung Anies Baswedan di pilpres 2024 adalah salah.
Judul, isi dan thumbnail video tersebut juga tidak sesuai, termasuk narasi yang dibacakan narator dalam video tersebut juga tidak berkaitan.