Andre menyanggah tuduhan Adian sambil memuji-muji kinerja Erick Thohir.Ia bahkan menduga ada maksud tertentu di balik kritik Adian.
Saat itu, Andre menyebut rumor soal Adian mengusulkan nama-nama ke Menteri BUMN untuk posisi komisaris. Namun, dikatakan Andre kawan-kawan Adian malah dicopot
Atas rumor yang disebarkan Andre, Adian pun angkat bicara. Adian mengatakan tugas dan fungsi anggota DPR harusnya melakukan fungsi Pengawasan yang mana dalam hal ini eksekutif.
Menurut Adian, cara berpikir Andre salah. Menuding kritik sebagai topeng kepentingan merupakan metode untuk membungkam kekritisan.
Hoaks flyover Sitinjau Lauik
Pada 28 Agustus 2022, Andre Rosiade mengatakan dirinya telah mengajukan proposal pembangunan flyover Sitinjau Lauik ke Kementerian PUPR. Ia mengklaim pembangunan flyover akan dimulai pada bulan Juni 2023 dan selesai dalam waktu setahun, sebelum dirinya lengser sebagai anggota DPR. Pembangunan flyover dilakukan oleh Hutama Karya dengan konsep Kerjasama antara Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Informasi rencana pembangunan flyover Sitinjau Lauik dibantah oleh anggota DPR dari Dapil Sumbar lainnya, Athari Gauthi Ardi yang juga duduk di Badan Anggaran DPR. Athari Athari menyebut informasi tersebut kabar bohong dan merupakan siasat pembodohan masyarakat demi pencitraan politik.
Andre Rosiade bersama Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar juga pernah melakukan penggerebekan praktik prostitusi online di sebuah hotel di Kota Padang pada 26 Januari 2020 lalu.
Baca Juga: Biodata dan Profil Andre Rosiade, Mertua Pratama Arhan yang Pertemukan dengan Prabowo Subianto
Penggerebekan ini berujung pada penahanan seorang perempuan tunasusila berinisial NN oleh Polda Sumbar. Kabid Humas Polda Sumbar Stefanus Satake Bayu Setianto menyatakan praktik prostitusi online yang menyeret NN terungkap berkat informasi Andre Rosiade.
Menurut keterangan polisi, Andre turut merencanakan penggerebekan, dibuktikan dengan struk reservasi kamar tempat penggerebekan atas nama Andre Rosiade. Meski demikian, polisi merahasiakan identitas pria yang memesan dan bersama NN di kamar hotel.
Dalam wawancara dengan Media Indonesia, Andre mengakui menjebak NN dalam penggerebekan, walaupun sebelumnya ia sempat membantah.
Andre Rosiade menyatakan aksi penjebakan tidak melanggar hukum karena bekerja sama dengan kepolisian. Sementara itu, tersangka NN merasa diperlakukan tidak layak lantaran digerebek dalam keadaan telanjang dan sempat disetubuhi oleh pria yang merupakan kliennya.
Pria tersebut diketahui adalah "orang suruhan" yang dibayar Andre untuk menjebak NN dengan tujuan membuktikan prostitusi online ada di Kota Padang.
Ketika struk reservasi kamar atas nama dirinya terkuak, Andre menyebutnya sebagai fitnah dari pihak hotel. Namun, saat pihak hotel menantangnya menempuh jalur hukum, Andre mengelak.