Pemerintah Iran buka suara perihal kabar yang menyebutkan bahwa mereka akan menghukum Cristiano Ronaldo dengan hukuman cambuk sebanyak 99 kali.
Sebelumnya beredar kabar bahwa otoritas hukum Iran akan memberikan hukuman cabuk sebanyak 99 kali kepada bintang Portugal tersebut jika kembali datang ke Iran.
Hukuman cabuk itu kabarnya dijatuhkan kepada Ronaldo lantaran ia dianggap melanggar hukum di sana. Pelanggaran hukum yang diduga dilakukan Ronaldo lantaran pemain Al Nassr itu berpose dengan salah satu seniman disabilitas, Fatemeh Hamami.
Ronaldo dianggap melakuan perzinahan di depan umum hanya karena ia memeluk Fatemeh saat berfoto.
Menurut pemberitaan media Italia, Corrierre dello Sport, foto Ronaldo yang memeluk Fatemeh itu bisa berpotensi pemain Portugal tersebut mendapat hukum cambuk sebanyak 99 kali.
Kabar ini kemudian dibantah dengan tegas oleh pemerintah Iran. Mereka menegaskan tidak akan menjatuhkan hukuman cambuk kepada Ronaldo. Menurut pemerintah Iran bahwa kabar tersebut tidak berdasar.
Menurut pemerintah Iran, bahwa isu itu jadi sorotan setelah ada sekelompok pengacara berpikiran konservatif mengeluarkan pernyataan soal Ronaldo dianggap melakukan zina karena foto tersebut.
"Kami dengan tegas menolak dikeluarkannya keputusan pengadilan terhadap atlet internasional mana pun di Iran. Ada kekhawatiran bahwa publikasi berita yang tidak berdasar tersebut dapat menutupi kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang terhadap bangsa Palestina yang tertindas," bunyi pernyataan resmi pemerintah Iran seperti dikutip dari IraninSpain.
"Perlu dicatat bahwa Cristiano Ronaldo melakukan perjalanan ke Iran pada tanggal 18 dan 19 September untuk bermain dalam pertandingan sepak bola resmi dan diterima dengan sangat baik oleh masyarakat dan pihak berwenang."
Baca Juga: Waduh! Cristiano Ronaldo Bakal Dihukum 99 Kali Cambukan Jika Masuk Iran, Kok Bisa?
Pemerintah Iran pun memuji langkah Ronaldo bertemu dengan Fatemeh yang menurut mereka patut dicontoh oleh banyak pihak.
"Pertemuannya yang tulus dan manusiawi dengan Fatemeh Hamami juga dipuji dan dikagumi baik oleh masyarakat atau otoritas olahraga negara tersebut."