SBY: Para Pembakar Itu "Penjahat Kemanusiaan"

Ruben Setiawan

Sabtu, 15 Maret 2014 | 20:17 WIB
SBY: Para Pembakar Itu "Penjahat Kemanusiaan"
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). [Antara/Rony Muharrman]

Suara.com - Setelah tiba di Pekanbaru, Riau pada Sabtu (15/3/2014) pukul 16.51 WIB, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung menggelar rapat tertutup dengan beberapa unsur terkait. Kedatangan SBY ke Pekanbaru dalam rangka memimpin komando operasi penanggulangan kabut asap

Dalam rapat tersebut, Presiden sempat menyebut bahwa para pelaku pembakar hutan dan lahan adalah "penjahat kemanusiaan".

"Para pembakar itu sebagai penjahat kemanusiaan. Jutaan warga Riau, Sumbar dan lainnya menderita akibat asap," tegas SBY seperti dikutip oleh Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Presiden juga meminta agar para pelaku pembakaran ditindak tegas.

"Dalam situasi krisis harus dengan manajemen krisis. Contohnya, dalam perang militer ada prajurit yang melakukan kejahatan perang maka segera dilakukan pengadilan perang di lapangan sehingga ada efek jera dan tidak diikuti yg lain," kata Presiden.

SBY juga menjamin bahwa mereka yang terlibat dalam aksi pembakaran hutan sama tidak bisa lari dari jeratan hukum.

"Di Indonesia tidak ada orang kuat. Tidak ada orang yang tidak tersentuh hukum. Saya ingin betul penyelesaian sampai akarnya. Jadi, jangan ada orang yang melakukan terus menerus dan ini dijadikan biasa. Bussiness as usual. Mari kali ini kita lakukan untuk kepentingan saudara-saudara kita di Riau. Kita tuntaskan dan dapatkan betul apa yang menjadi penyebabnya. Penegakan hukum harus tegas," tegas SBY

Terkait waktu penanganan, SBY menargetkan pemadaman api selesai dalam waktu 3 minggu. Presiden juga meminta agar pasien yang menderita pernyakit akibat asap ditangani dengan serius.

"Mumpung kita memiliki banyak pasukan dan apabila ketemu ini di lapangan, langsung diusut tuntas dan setelah itu bersih. Kebakaran ini karena oknum. Saya tegaskan 3 minggu harus hilang asapnya. Titik api harus dipadamkan. Yang sakit bikin sembuh dan normalisasi kegiatan penduduk," lanjut SBY.

Presiden SBY pun membuat tiga ukuran keberhasilan penanganan asap. Yang pertama adalah hilangnya asap. Ke dua, para penderita sakit akibat asap disembuhkan. Yang ke tiga atau terakhir, Presiden ingin agar para pelaku ditangkap serta diproses secara hukum.

"Ukuran keberhasilan adalah hilang asap, sakit disembuhkan, dan pelaku ditangkap serta diproses secara hukum. Saya akan dua malam disini, untuk melihat secara spot lokasi yang terbakar", pungkas SBY.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tangani Kabut Asap, SBY Gelar Rapat Tertutup

Tangani Kabut Asap, SBY Gelar Rapat Tertutup

News | Sabtu, 15 Maret 2014 | 18:51 WIB

Akhirnya Hujan Guyur Kota Pekanbaru dan Sekitarnya

Akhirnya Hujan Guyur Kota Pekanbaru dan Sekitarnya

News | Sabtu, 15 Maret 2014 | 16:46 WIB

Ribuan Warga Sumbar Kena ISPA Akibat Kabut Asap Riau

Ribuan Warga Sumbar Kena ISPA Akibat Kabut Asap Riau

News | Sabtu, 15 Maret 2014 | 13:03 WIB

Menyebar ke Sumbar, Kabut Asap Kurangi Kunjungan Wisata

Menyebar ke Sumbar, Kabut Asap Kurangi Kunjungan Wisata

News | Sabtu, 15 Maret 2014 | 12:45 WIB

8 Masalah Kesehatan Akibat Kabut Asap

8 Masalah Kesehatan Akibat Kabut Asap

News | Sabtu, 15 Maret 2014 | 11:14 WIB

Ke Riau, Presiden Tempuh Perjalanan Darat

Ke Riau, Presiden Tempuh Perjalanan Darat

News | Sabtu, 15 Maret 2014 | 11:05 WIB

Hari Ini, SBY Pimpin Langsung Operasi Pengendalian Kabut Asap

Hari Ini, SBY Pimpin Langsung Operasi Pengendalian Kabut Asap

News | Sabtu, 15 Maret 2014 | 06:28 WIB

Terkini

KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS

KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:07 WIB

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Praktis Lembapkan Kulit, Ini 5 Sunscreen Spray Ceramide untuk Skin Barrier

Praktis Lembapkan Kulit, Ini 5 Sunscreen Spray Ceramide untuk Skin Barrier

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Relevansi 'Lembaga Budi' Buya Hamka: Saat Kesopanan dan Etika Mulai Luntur di Media Sosial

Relevansi 'Lembaga Budi' Buya Hamka: Saat Kesopanan dan Etika Mulai Luntur di Media Sosial

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Namu Balai Kota: Wahana Anyar untuk Bertandang, Merawat Tradisi dan Mengintip Birokrasi

Namu Balai Kota: Wahana Anyar untuk Bertandang, Merawat Tradisi dan Mengintip Birokrasi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Viva Pelembab Green Tea untuk Apa? Intip Manfaat dan Review Pembeli

Viva Pelembab Green Tea untuk Apa? Intip Manfaat dan Review Pembeli

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:55 WIB

×