Kronologis Penembakan AKBP Pamudji di Markas Polda Metro Jaya

Siswanto | Suara.com

Rabu, 19 Maret 2014 | 11:45 WIB
Kronologis Penembakan AKBP Pamudji di Markas Polda Metro Jaya
Lokasi penembakan terhadap AKBP Parmudji di Polda Metro Jaya (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Kasus penembakan terhadap Kepala Pelayanan Markas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Pamudji di ruang Kayanma Polda Metro Jaya, Selasa (18/3/2014) sekitar jam 21.30 WIB, masih misterius.

Siapa orang yang menembak, kemudian pelurunya menembus pelipis kiri sampai ke pelipis kanan korban, belum terungkap. (baca siapa AKBP Pamudji di sini).

Tapi ada dugaan, pelakunya tak lain adalah salah satu anak buah Pamudji yang sebelum kejadian berada dalam satu ruangan.

Empat anggota Polri telah diperiksa dalam kasus yang terjadi tak lama setelah acara serah terima jabatan Kapolda Metro Jaya. mereka adalah Aiptu Dede, Brigadir S, C, dan satu anggota lagi yang baru lepas piket.

Bagaimana kronologis kejadiannya? Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menjelaskan:

Sebelum kejadian, Pamudji menegur S karena tidak mengenakan seragam dinas.

Kemudian, kata Rikwanto, senjata milik S diambil Pamudji.

"Dan disuruh berpakaian dinas," kata Rikwanto.

Saat itu, anggota lain yang berada dalam ruangan, memutuskan untuk pergi.

"Tak lama kemudian, baru 50 meter dari lokasi, Aiptu Dede dengar letusan. Setelah kembali ke markas AKBP Pamudji meninggal," kata Rikwanto.

Saat itu, saksi mengaku mendengar dua kali letusan di ruangan.

Jenazah Pamudji langsung dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Walau sudah memeriksa empat anggota, kasus masih gulita.

Belum ada bukti kuat untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini.

"Belum ada satu saksi yang menjelaskan satu tersangka. Memang bukan pengakuan, tapi penyidik mendalami berdasarkan fakta," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setelah Ditembak Anak Buah, AKBP Pamudji Diusulkan Naik Pangkat

Setelah Ditembak Anak Buah, AKBP Pamudji Diusulkan Naik Pangkat

News | Rabu, 19 Maret 2014 | 12:14 WIB

Kapolda Metro: Belum Ada Tersangka Kasus Tembak Mati AKBP Pamudji

Kapolda Metro: Belum Ada Tersangka Kasus Tembak Mati AKBP Pamudji

News | Rabu, 19 Maret 2014 | 11:12 WIB

Temui Kapolda Metro Baru, Cuma Satu Permintaan Jokowi

Temui Kapolda Metro Baru, Cuma Satu Permintaan Jokowi

News | Rabu, 19 Maret 2014 | 10:57 WIB

Ditembak Anak Buah, Jenazah AKBP Pamudji Dimakamkan di TPU Cijantung Siang Ini

Ditembak Anak Buah, Jenazah AKBP Pamudji Dimakamkan di TPU Cijantung Siang Ini

News | Rabu, 19 Maret 2014 | 10:14 WIB

Olah TKP Penembakan AKBP Pamudji Dilakukan Tertutup

Olah TKP Penembakan AKBP Pamudji Dilakukan Tertutup

News | Rabu, 19 Maret 2014 | 09:16 WIB

Brigadir S Masih Diperiksa Terkait Kasus Tembak Mati AKBP Pamudji

Brigadir S Masih Diperiksa Terkait Kasus Tembak Mati AKBP Pamudji

News | Rabu, 19 Maret 2014 | 08:16 WIB

Penembakan AKBP Pamudji Hanya Beberapa Jam Setelah Sertijab Kapolda Metro Jaya

Penembakan AKBP Pamudji Hanya Beberapa Jam Setelah Sertijab Kapolda Metro Jaya

News | Rabu, 19 Maret 2014 | 06:27 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB