Ini Pesan Ibu Korban Tragedi Mei Kepada Presiden yang Terpilih Nanti

Ruben Setiawan

Senin, 12 Mei 2014 | 00:04 WIB
Ini Pesan Ibu Korban Tragedi Mei Kepada Presiden yang Terpilih Nanti
Konferensi pers KontraS, di Jakarta, (11/5). (Suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Ruyati Darwin, ibunda dari seorang korban Tragedi Mei 1998 meminta presiden yang terpilih dalam Pilpres 2014 nanti bisa mengusut tuntas kasus Tragedi Mei yang sudah 16 tahun mangkrak. Sebab, selama masa kepemimpinan SBY, pemerintah hanya berjanji tanpa realisasi.

"Kami sudah sering dijanjikan kasus ini akan segera dituntaskan, kami sudah datang ke SBY dan sudah berjanji kepada kami para korban. Tapi kenyataannya apa? Sudah mau habis masa pemerintahannya itu kami belum dapat kepastian. Kasus ini belum tuntas dan belum ada realisasi dari pemerintah. Pemerintahan SBY hanya menjanjikan sampai sekarang," kata Ruyati dalam konferensi pers Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) di Jakarta, Minggu (11/5/2014)

Ruyati merupakan ibunda dari Mahasiswa UI Eten Karyana, yang meninggal di dekat Jogja Plasa pada tanggal 13 Mei. Dia hanya mendapatkan abu sang anak, KTP dan dompetnya.

Sebaliknya, dia malah memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membuatkan monumen di Pondok Rangon, Jakarta Timur untuk mengenang peristiwa ini. Monumen tersebut, diakuinya bisa menjadi sedikit pelipur lara atas peristiwa yang merenggut nyawa anaknya.

"Alhamdulillah, itu yang bisa menghibur kami selama 16 tahun, permintaan kami diijinkan untuk membuat monumen di mana nanti juga itu akan dibuat kuburan masal, di Pondok Rangon, peletakan batu pertamanya oleh Pemprov (DKI Jakarta). Mungkin Ahok atau Jokowi. Karena pertanggungjawaban dari negara itu belum ada," kata Ruyati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kontras Minta Rakyat Tidak Pilih Capres Cawapres yang Diduga Langgar HAM

Kontras Minta Rakyat Tidak Pilih Capres Cawapres yang Diduga Langgar HAM

News | Minggu, 11 Mei 2014 | 22:41 WIB

Terkini

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:42 WIB

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

×