Penerbangan Kupang-Surabaya Lumpuh, 3 Maskapai Batal Terbang

Suwarjono

Minggu, 01 Juni 2014 | 17:15 WIB
Penerbangan Kupang-Surabaya Lumpuh, 3 Maskapai Batal Terbang
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - Gunung Sangeang di Sangiang Pulo, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tengara Barat meletus Jumat, 30 Mei 2014 kemarin. Akibat letusan ini, sejumlah penerbangan menuju dan dari bandara di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur lumpuh.

Seperti yang terjadi hari ini, Minggu (01/06/2014), penerbangan dari Bandara International Juanda Surabaya menuju Bandara El Tari Kupang dan Bandara lain di Nusa Tenggara Timur lumpuh akibat adanya abu vulkanik yang mengganggu jarak pandang pilot.

"Hari ini aktivitas penerbangan mengalami stagnasi dan kalau kalaupun ada terjadi "delay" pasca erupsi Gunung Sangiang," kata Airport Duty Manager PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang Gabriel Lusi Keraf yang dihubungi melalui telepon genggam, di Kupang, Minggu.

Ia mengatakan sejak pagi hingga Minggu petang penerbangan Lion Air dan Citilink, Sriwijaya dan Garuda dari dan menuju Surabaya dengan rata-rata membawa penumpang hingga 200 orang lebih praktis batal.

Kecuali katanya penerbangan perintis dari dan ke sejumlah pulau dalam wilayah kepulauan ini yang melakukan aktivitas penerbangan karena dampak abu vulkanik tidak terlalu menghambat pamandangan pilot dalam menerbangkan pesawat.

Dia menyebutkan rute penerbangan yang dibatalkan itu adalah Denpasar - Labuan Bajo - Ende - Kupang, Denpasar - Tambolaka - Kupang, Jakarta - Mataram - Kupang, Jakarta - Denpasar - Kupang, begitu pula dengan rute penerbangan sebaliknya.

Menurut dia keputusan untuk membatalkan penerbangan dari dan menuju ke Bandara El Tari bukan sebatas alasan penerbangan tetapi keselamatan penumpang lebih diutamakan.

"Sampai saat ini kami masih terus memantau perkembangan letusan Gunung Sangeang dan penundaan penerbangan belum bisa diprediksi sampai kapan. Yang jelas sampai tidak ada lagi abu vulkanik yang menganggu lalu lintas penerbangan," katanya.

Sejauh ini, kata dia, informasi dari pusat vulkanologi menyebutkan, dampak meletusnya gunung yang terletak di Kabupaten Bima itu sudah terasa hingga ke wilayah NTT dan sudah menuju wilayah udara Australia.

Sementara itu dari Mataram dilaporkan aktivitas penerbangan dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dilayani maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airways, dibatalkan terkait erupsi Gunung Sangiang Api.

"Ada pembatalan rute penerbangan Lombok-Kupang, sejak kemarin, sampai diyakini tidak lagi terganggu erupsi Gunung Sangeang Api itu," kata Indra Ramdani, petugas pelayanan tiket Garuda di Bandara Internasional Lombok (BIL), Minggu.

Indra dikerumuni penumpang pesawat Garuda rute penerbangan Lombok-Kupang yang kesal karena pembatalan rute penerbangan itu, tidak disertai pemberitahuan terlebih dahulu.

Pantauan di Bandara El Tari Kupang, Minggu petang bukan hanya Garuda Indonesia yang membatalkan jadwal penerbangan, tetapi Lion Air dan City Link juga membatalkan penerbangan tujuan Kupang - Surabaya - Jakarta.

Tidak seperti yang terjadi di Mataram dimana penumpang yang telah memegang tiket untuk berangkat melakukan protes ke petugas maskapai Garuda di Lombok.

Sejumlah penumpang yang ditemui di Bandara El Tari Kupang, menyatakan umumnya mereka memahami keputusan yang diambil Garuda Indonesia itu, demi keselamatan penumpang.

"Kita tunggu saja sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, karena kondisi ini masih sulit diprediksi," kata Suster Cony, calon penumpang yang akan terbang ke Surabaya itu.

Gunung Sangeang di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, meletus. Letusan itu mengeluarkan abu hingga mencapai 3000 meter. Angin membawa asap ke arah barat hingga ke Kota Bima yang berjarak sekitar 70 kilometer. Radius aman sekarang menjadi 1,5 Km yang sebelumnya masih berjarak . (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Penerbangan di Bandara Sydney Lumpuh karena Kekurangan Personel Air Traffic Controller

Penerbangan di Bandara Sydney Lumpuh karena Kekurangan Personel Air Traffic Controller

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:36 WIB

Inggris 'Kiamat Kecil', 2.000 Penerbangan Mendadak Dibatalkan

Inggris 'Kiamat Kecil', 2.000 Penerbangan Mendadak Dibatalkan

News | Kamis, 10 September 2026 | 15:10 WIB

Saat Penerbangan Terganggu, Bus AKAP Jadi Solusi Penyelamat Perjalanan

Saat Penerbangan Terganggu, Bus AKAP Jadi Solusi Penyelamat Perjalanan

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 08:39 WIB

Erupsi Anak Krakatau Bisa Lebih Besar? Ini Penjelasan Pakar Vulkanologi UGM

Erupsi Anak Krakatau Bisa Lebih Besar? Ini Penjelasan Pakar Vulkanologi UGM

News | Selasa, 08 September 2026 | 20:00 WIB

Bantah Teori Konspirasi Asing di Balik Erupsi Gunung, Pakar UGM: Proses Alami

Bantah Teori Konspirasi Asing di Balik Erupsi Gunung, Pakar UGM: Proses Alami

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:19 WIB

Gunung Anak Krakatau Mulai Tenang: Tak Ada Ancaman Tsunami, Penerbangan Kembali Normal

Gunung Anak Krakatau Mulai Tenang: Tak Ada Ancaman Tsunami, Penerbangan Kembali Normal

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:03 WIB

Bandara Radin Inten II Dibuka Lagi Usai Lumpuh Akibat Abu Anak Krakatau

Bandara Radin Inten II Dibuka Lagi Usai Lumpuh Akibat Abu Anak Krakatau

News | Selasa, 08 September 2026 | 13:14 WIB

Meski Bandara Soetta Telah Dibuka, Tak Semua Penerbangan Langsung Beroperasi

Meski Bandara Soetta Telah Dibuka, Tak Semua Penerbangan Langsung Beroperasi

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 13:12 WIB

Doa saat Gunung Meletus agar Diberi Keselamatan, Lengkap dengan Arab dan Artinya

Doa saat Gunung Meletus agar Diberi Keselamatan, Lengkap dengan Arab dan Artinya

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 11:59 WIB

Terkini

4 Alasan Sunscreen SymWhite 377 Efektif Pudarkan Flek Hitam

4 Alasan Sunscreen SymWhite 377 Efektif Pudarkan Flek Hitam

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 06:48 WIB

Evakuasi Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

Evakuasi Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

Foto | Senin, 21 September 2026 | 06:00 WIB

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

×