Komunitas Islam dan Kristen Singapura Kompak Tolak Pesta LGBT

Liberty Jemadu | Suara.com

Senin, 23 Juni 2014 | 16:20 WIB
Komunitas Islam dan Kristen Singapura Kompak Tolak Pesta LGBT
Kelompok transgender dan homoseksual di India (Reuters/Mansi Thapliyal).

Suara.com - Komunitas Islam dan Kristen di Singapura sepakat untuk mengenakan baju putih selama akhir pekan ini untuk menentang "Pink Dot", ajang pertemuan komunitas homoseksual dan transgender dunia yang digelar di Singapura.

Ajang yang sudah memasuki tahun keenam itu tahun lalu diramaikan oleh 21.000 orang, rekor terbanyak sepanjang penyelenggaraanya.

Noor Deros, ulama terkemuka di Singapura, meluncurkan kampanye gerakan "WearWhite" pada pekan lalu, mendesak komunitas muslim untuk tidak terlibat dalam Pink Dot yang dimulai Sabtu (28/6/2014) dan mengajak mereka mengenakan baju putih, terutama saat tarawih karena waktu itu sudah memasuki bulan puasa.

"Asal muasal gerakan kami karena kelihatannya adanya normalisasi terhadap LGBT (lesbian, gay, bisexual, dan transgender) di Singapura," bunyi tulisan dalam website WearWhite.

Gerakan itu kemudian diikuti oleh Lawrence Khong, seorang pemimpin Faith Community Baptist Church dan jaringan gereja-gereja LoveSingapore. Ia mengajak anggota gerejanya untuk menggunakan baju putih dalam kebaktian di akhir pekan nanti.

"Kami tidak bisa dan tidak akan mendukung homoseksualitas. Kami akan terus menolak segala bentuk promosoi di ruang publik yang menyatakan bahwa homoseksualitas adalah salah satu pilihan gaya hidup," tulis Khong di Facebook.

Mayoritas warga Singapura tampaknya menolak pernikahan sesama jenis, meski ajang Pink Dot yang pertama kali digelar pada 2009 terus didukung oleh perusahaan-perusahaan besar dunia seperti BP, Goldman Sachs, dan Google.

Sebuah survei yang digelar oleh Institute of Polici Studies di awal 2014 menemukan bahwa 78,2 persen warga Singapura merasa hubungan sesama jenis adalah salah dan 72,9 persen menolak pernikahan sesama jenis. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bocah 11 Tahun Kuliahi PM Australia Soal Pernikahan Gay

Bocah 11 Tahun Kuliahi PM Australia Soal Pernikahan Gay

News | Kamis, 12 Juni 2014 | 19:58 WIB

6 Tanda si Dia Seorang Gay

6 Tanda si Dia Seorang Gay

Lifestyle | Jum'at, 25 April 2014 | 16:34 WIB

Uganda Bela Keputusan Pemberlakuan UU Anti-Gay

Uganda Bela Keputusan Pemberlakuan UU Anti-Gay

News | Jum'at, 07 Maret 2014 | 04:59 WIB

Terkini

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:15 WIB

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:08 WIB

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:01 WIB

3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!

3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!

News | Sabtu, 04 April 2026 | 15:31 WIB

Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana

Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana

News | Sabtu, 04 April 2026 | 14:43 WIB

Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov

Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov

News | Sabtu, 04 April 2026 | 14:05 WIB

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:50 WIB

Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap

Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:27 WIB

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:07 WIB

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

News | Sabtu, 04 April 2026 | 12:53 WIB