Demokrat Beri Sinyal Bisa Gabung Jokowi-JK

Siswanto

Rabu, 16 Juli 2014 | 15:08 WIB
Demokrat Beri Sinyal Bisa Gabung Jokowi-JK
Konferensi pers hasil hitung cepat di kediaman ketua umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri, di Jalan Kebagusan Raya Jakarta, Rabu, (9/7). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok memberikan sinyal partainya bisa masuk ke koalisi partai pendukung Joko Widodo - Jusuf Kalla bila tanggal 22 Juli 2014 dinyatakan memenangkan pemilu presiden.

"Kalau Demokrat, sih tidak bermasalah (gabung). Tapi, kami tidak akan minta-minta (jabatan). Demokrat di luar pemerintahan juga tidak apa-apa," kata Mubarok kepada suara.com, Rabu (16/7/2014). "Namanya gelombang, pastinya ada yang ikut atau kebawa."

Partai Demokrat merupakan anggota koalisi Merah Putih pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang telah melakukan deklarasi koalisi permanen di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, beberapa hari yang lalu.

Diminta menanggapi tentang berbagai analisa yang menyebutkan koalisi permanen akan bubar di tengah jalan, Mubarok mengatakan bahwa manuver politik semacam itu sudah biasa terjadi.

"Biasa itu, geser-geser," katanya. "Nanti kita lihat, belum pernah ada koalisi kompak," katanya.

Menurut Mubarok, pada umumnya partai di Indonesia ideologinya kepentingan, pragmatis, dan oportunis.

"Oleh karena itu tidak pernah ada koalisi permanen. Koalisi kompak dan permanen itu belum pernah ada (di Indonesia)," katanya.

Mubarok mengajak semua pihak untuk menunggu pengumuman hasil rekapitulasi suara Pilpres tanggal 22 nanti.

"Keadaan yang sebenarnya akan terlihat setelah itu," katanya.

Koalisi permanen di DPR yang beranggotakan partai pendukung Prabowo-Hatta terdiri dari Partai Gerindra, PPP, PKS, PAN, Golkar, dan Demokrat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rilis Hitung Cepat, Pramono: Pemanggilan RRI Hanya "Move"

Rilis Hitung Cepat, Pramono: Pemanggilan RRI Hanya "Move"

News | Rabu, 16 Juli 2014 | 14:29 WIB

Cara Timses Jokowi Cegah Penggelembungan Suara Pilpres

Cara Timses Jokowi Cegah Penggelembungan Suara Pilpres

News | Rabu, 16 Juli 2014 | 13:14 WIB

IHSG Semakin Perkasa, Lewati Level 5.100

IHSG Semakin Perkasa, Lewati Level 5.100

Bisnis | Rabu, 16 Juli 2014 | 12:59 WIB

Terkini

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:08 WIB

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:01 WIB

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 22:40 WIB

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:32 WIB

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan!  Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:19 WIB

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:08 WIB

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:51 WIB

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:34 WIB

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:09 WIB

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:48 WIB