Belasan Joki Nyaris Tembus SBMPTN

Ardi Mandiri

Rabu, 16 Juli 2014 | 23:54 WIB
Belasan Joki Nyaris Tembus SBMPTN
Sejumlah peserta mengerjakan soal ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). [Antara/Sahrul Manda Tikupadang]

Suara.com - Ketua Panitia SBMPTN 2014, Ganjar Kurnia, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan 11 joki ujian di dua tempat berbeda dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

"Joki ikut ujian dan mengisi lembar jawaban komputer (LJK) dengan identitas yang sama. Tapi hanya satu LJK yang dikumpulkan. Ini mengindikasikan joki. Kami langsung mencoret nama peserta yang bersangkutan. Dia langsung dinyatakan tidak lulus," ujarnya pada konferensi pers hasil SBMPTN 2014 yang juga dihadiri Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud Djoko Santoso di Jakarta, Rabu (16/7/2014) .

Selain ke-11 joki, panitia juga menemukan indikasi kecurangan yang dilakukan satu mahasiswa pascasarjana. Namun, Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung itu enggan menyebutkan asal kampus mahasiswa tersebut.

"Dia berusaha hadir menggantikan peserta SBMPTN 2014, namun lari saat petugas akan melakukan verifikasi. Dari tas dan dompetnya yang tertinggal, kami pun mengetahui identitasnya," tambahnya.

Ganjar menjamin sistem keamanan yang dibangun panitia mampu menangkis berbagai kecurangan dalam ujian tulis dan keterampilan itu. Panitia bisa mendeteksi kecurangan. Misalnya ada peserta yang berdampingan, namun jawabannya sama.

"Jawaban yang benar sama, jawaban yang salah juga sama. Kecurangan ini bisa dideteksi karena kami memiliki software yang sangat canggih untuk mendeteksi kecurangan." Ganjar menyatakan panitia telah melaporkan kecurangan ini kepada pihak berwenang. Selain itu juga melaporkan kasus ini ke universitas di mana mahasiswa yang jadi joki itu belajar.

"Mahasiswa yang menjadi joki akan diberhentikan dari kuliahnya. Namun rektor dari universitas yang bersangkutan yang memberhentikan, bukan panitia SBMPTN, sedangkan mahasiswa yang masuk dengan menggunakan joki dipastikan tidak lulus SBMPTN,"ujarnya.

Sebelumnya, Prof ganjar Kurnia mengumumkan hasil pelaksanaan ujian SBMPTN 2014, yakni sebanyak 104.862 peserta lolos dalam proses Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri 2014 menyisihkan sebanyak 664.509 peserta pada tahun ini.

"Peserta yang lolos melalui SBMPTN 2014 dengan rincian sebanyak 54.708 orang (52,17 persen) kelompok ujian sosial/hukum dan sebanyak 50.154 orang (47,83 persen) untuk kelompok ujian sains/teknologi," kata Ganjar Kurnia didampingi Sekretaris SBMPTN Prof Triyogi.

Sementara untuk peserta beasiswa Bidikmisi bagi peserta tidak mampu jumlah pendaftar sebanyak 80.919 orang diterima sebanyak 16.472 orang (20,35 persen).

Untuk peserta difabel dari sebanyak 242 orang pendaftar yang dinyakan lulus sebanyak 37 orang diterima di 26 PTN di seluruh Indonesia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ulasan In Teachers We Trust: Ketika Kepercayaan Menjadi Fondasi Pendidikan

Ulasan In Teachers We Trust: Ketika Kepercayaan Menjadi Fondasi Pendidikan

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Di Balik Aturan Tidak Naik Kelas: Mengurai Nasib Siswa Terpinggirkan

Di Balik Aturan Tidak Naik Kelas: Mengurai Nasib Siswa Terpinggirkan

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Guru Dituntut Mengurus Segalanya, Kapan Bisa Fokus Mengajar?

Guru Dituntut Mengurus Segalanya, Kapan Bisa Fokus Mengajar?

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Doli Kurnia Sebut Pasal Syarat Pendidikan Gibran di PKPU Muncul Tiba-Tiba

Doli Kurnia Sebut Pasal Syarat Pendidikan Gibran di PKPU Muncul Tiba-Tiba

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Bantah Selundupkan Pasal Demi Loloskan Gibran, Hasyim: PKPU Berlaku untuk Semua!

Bantah Selundupkan Pasal Demi Loloskan Gibran, Hasyim: PKPU Berlaku untuk Semua!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Gandeng Tiga Mitra Industri, SaIG UPI Gelar GEOCAB untuk Bincang Karier

Gandeng Tiga Mitra Industri, SaIG UPI Gelar GEOCAB untuk Bincang Karier

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:55 WIB

100 Tahun Frans Seda, Mengenang Negarawan yang Mewariskan Semangat Pengabdian dan Pendidikan

100 Tahun Frans Seda, Mengenang Negarawan yang Mewariskan Semangat Pengabdian dan Pendidikan

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:18 WIB

Sekolah Rakyat Tak Boleh Jadi Tempat Terjadinya Tiga Dosa Besar Pendidikan

Sekolah Rakyat Tak Boleh Jadi Tempat Terjadinya Tiga Dosa Besar Pendidikan

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Teknologi Makin Canggih, Sekolah Dituntut Tetap Jaga Sisi Kemanusiaan Siswa

Teknologi Makin Canggih, Sekolah Dituntut Tetap Jaga Sisi Kemanusiaan Siswa

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:35 WIB

KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah

KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Terkini

Berapa Harga Tiket Konser Andrea Bocelli di Borobudur? Terancam Dibatalkan usai Desakan MUI

Berapa Harga Tiket Konser Andrea Bocelli di Borobudur? Terancam Dibatalkan usai Desakan MUI

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Alasan Mitsubishi Destinator Cocok Jadi Mobil Keluarga

Alasan Mitsubishi Destinator Cocok Jadi Mobil Keluarga

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Pemadaman Listrik Total, Warga Tanjungpinang dan Bintan Bakal Gelar Aksi

Pemadaman Listrik Total, Warga Tanjungpinang dan Bintan Bakal Gelar Aksi

Batam | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Polisi Tangkap 9 Orang dalam Operasi Sarang Narkoba di Bekasi, 12 Paket Diduga Sabu Disita

Polisi Tangkap 9 Orang dalam Operasi Sarang Narkoba di Bekasi, 12 Paket Diduga Sabu Disita

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Sinopsis Narnia: The Magicians Nephew, Ungkap Awal Mula Dunia Narnia

Sinopsis Narnia: The Magicians Nephew, Ungkap Awal Mula Dunia Narnia

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Dilema Usia 20-an: Ingin Menikmati Masa Muda, tapi Takut Kehabisan Uang

Dilema Usia 20-an: Ingin Menikmati Masa Muda, tapi Takut Kehabisan Uang

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Derita Ojek Online di Kebakaran Hutan Kalimantan: Sesak Napas dan Sakit Kepala Tapi Harus Kerja

Derita Ojek Online di Kebakaran Hutan Kalimantan: Sesak Napas dan Sakit Kepala Tapi Harus Kerja

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:18 WIB

Polisi Tangkap Kurir 24 Kg Sabu di Perbatasan Aceh-Sumut, Hendak Diedarkan ke Palembang

Polisi Tangkap Kurir 24 Kg Sabu di Perbatasan Aceh-Sumut, Hendak Diedarkan ke Palembang

Sumut | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Seluruh Sumut: Kualitas Udara Tidak Sehat

Kabut Asap Karhutla Selimuti Seluruh Sumut: Kualitas Udara Tidak Sehat

Sumut | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Pakar UGM Desak Penanganan Karhutla Lebih Agresif, Tak Cukup Menunggu Hujan

Pakar UGM Desak Penanganan Karhutla Lebih Agresif, Tak Cukup Menunggu Hujan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:07 WIB

×