Jokowi: Tidak Ada Dikotomi Partai/Nonpartai untuk Anggota Kabinet

Esti Utami

Sabtu, 02 Agustus 2014 | 07:30 WIB
Jokowi: Tidak Ada Dikotomi Partai/Nonpartai untuk Anggota Kabinet
Presiden terpilih Joko Widodo. (Antara/Widodo S. Jusuf)

Suara.com - Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dia akan memilih para profesional untuk menjadi anggota kabinetnya. Dan tidak akan ada dikotomi apakah kalangan profesional tersebut berasal dari partai atau nonpartai. Menurut dia, yang terpenting adalah menteri yang dipilih menguasai bidangnya.

"Punya leadership yang kuat, manajemen yang kuat, kompetensi yang kuat, dan yang paling penting bersih," ujarnya sambil menambahkan banyak orang partai yang juga profesional.

"Sebelum masuk partai, mereka adalah kalangan profesional dan mereka sama saja. Tadi saya sampaikan, kita tak bicara partai dan nonpartai," katanya.

Mengenai perbandingan profesional dari partai atau kalangan profesional murni yang akan dipilih menjadi menteri, Jokowi belum bisa memutuskan.

"Hal itu baru akan diputuskan setelah melakukan identifikasi masalah dan pemetaan. Nanti dilihat kebutuhannya, baru kita cari siapa yang duduk di pos-pos itu. Bukan asal comat-comot saja," katanya.

Saat ini, Jokowi sedang membentuk tim head hunter yang bertugas mencari orang-orang yang cocok menjabat sebagai menteri di pemerintahannya bersama Jusuf Kalla. Tim itu bertugas memverifikasi rekam jejak serta latar belakang sosok yang direkomendasikan.

Mantan Wali Kota Solo ini mengaku mendapatkan masukan dari banyak pihak baik dari masyarakat, kelompok relawan, maupun partai pendukung, soal siapa saja sosok yang bakal mengisi jabatan menteri di kabinet.

Sementara para petinggi partai koalisi pendukung Jokowi-JK mengatakan belum ada pembahasan soal susunan kabinet.

"Belum ada pembahasan soal kabinet," ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Tjahjo Kumolo, sambil menambahkan bahwa urusan pembentukan kabinet belum mendesak karena masih menunggu pelantikan. Namun ia tak menyanggah sedang ada perburuan untuk menggodok orang-orang yang tepat masuk dalam kabinet baru nanti.

Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat, Wiranto menyatakan, tak berambisi untuk menempatkan kadernya. "Orientasi pembentukan kabinet adalah menempatkan orang-orang yang kuat, kredibel, dan profesional," katanya.

Saat ditanya apakah ada kader Hanura yang sesuai dengan syarat tersebut, ia menjawab ada, tapi harus dengan persetujuan Jokowi-JK.

Mengenai kemungkinan Golkar merapat ke Jokowi-JK, Wiranto juga tak membantah. Ia menyebutkan dinamika politik ke depan tak bisa diprediksi. Lihat perkembangan ke depan kalau sudah selesai semua.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, juga mengaku tak mengajukan nama untuk menduduki posisi tertentu dalam kabinet. Koalisi tanpa syarat adalah hal terbaik untuk pemerintahan ke depan, katanya.

Dia juga menyatakan tidak ada masalah dengan partai yang masih di luar pengusung Jokowi-JK -- yang akhir-akhir ini dikabarkan mulai merapat-- selama sesuai dengan visi dan misi koalisi pengusung. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Politisi Golkar: Jokowi-JK Orang Baik, Tak akan Salah Pilih Menteri

Politisi Golkar: Jokowi-JK Orang Baik, Tak akan Salah Pilih Menteri

News | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 18:19 WIB

Formasi Partai Pendukung Jokowi Masih Sama

Formasi Partai Pendukung Jokowi Masih Sama

News | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 17:05 WIB

PKB Belum Dilibatkan di Tim Pemburu Calon Menteri Kabinet Jokowi

PKB Belum Dilibatkan di Tim Pemburu Calon Menteri Kabinet Jokowi

News | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 16:02 WIB

Ketua Demokrat: Jokowi Jangan Tunjuk Menteri Tak Punya Pengalaman

Ketua Demokrat: Jokowi Jangan Tunjuk Menteri Tak Punya Pengalaman

News | Rabu, 30 Juli 2014 | 19:52 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×