Referendum Skotlandia Selesai, Hasilnya Ditentukan Hari Ini

Ruben Setiawan

Jum'at, 19 September 2014 | 04:53 WIB
Referendum Skotlandia Selesai, Hasilnya Ditentukan Hari Ini
Seorang petugas tengah bekerja di sebuah pusat penghitungan suara di Aberdeen, Skotlandia, (18/9). (Reuters/Dylan Martinez)

Suara.com - Selesai sudah referendum yang dilakukan rakyat Skotlandia untuk menentukan apakah akan tetap bersatu dengan Inggris Raya atau menyudahi ikatan 307 tahun dan memerdekakan diri. Rakyat negara tersebut sudah memberikan suaranya sepanjang hari Kamis (18/9/2014).

Keputusan soal jadi atau tidaknya Skotlandia menjadi negara merdeka diperkirakan sudah bisa diketahui pada hari Jumat (19/9/2014) sekitar waktu makan siang.

Tempat pemungutan suara yang tersebar di pelosok perbukitan, pulau, hingga kota-kota besar di Skotlandia sudah ditutup pada pukul 21.00 GMT. Meski belum diketahui bagaimana hasilnya, hitungan sejumlah survei mengungkap bahwa jumlah rakyat Skotlandia yang pro dan kontra terhadap kemerdekaan hampir sama.

Menurut survei-survei tersebut, rakyat yang memilih untuk tidak merdeka hanya unggul tipis dari rakyat yang pro pada kemerdekaan. Namun, tak menutup kemungkinan, posisi akan berbalik lantaran masih ada 600.000 orang yang masih ragu mengambil sikap di akhir gelaran survei.

Salah satunya adalah survei yang diadakan situs "What Scotland Thinks". Di survei itu, jumlah yang memilih "No" alias tidak berpisah mencapai 52 persen, sementara yang memilih "Yes" hanya beda tipis yakni 48 persen.

Para analis pasar meramalkan, akan terjadi reaksi pasar yang dramatis jika pada akhirnya nanti, pemilih "Yes" yang menang dan Skotlandia menjadi negara merdeka.

Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan, hasil referendum akan sangat berpengaruh bagi Inggris maupun Eropa.

"Setelah setengah abad kita membangun Eropa, kini kita berisiko memasuki periode di mana kita akan membangun kembali," kata Hollande pada hari Kamis (18/9/2014).

Mereka yang ingin merdeka mengatakan, ketakutan semacam itu adalah sesuatu yang dibesar-besarkan. Mereka justru melihat sebaliknya, yakni masa depan yang cerah, juga ikatan dengan Inggris yang kian erat.

Sedangkan, mereka yang menolak merdeka mengatakan, pemisahan diri dari Inggris Raya malah akan memperlambat laju perekonomian. Mereka juga khawatir hal itu mengancam persatuan negara-negara lain. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Survei Ungkap 53 Persen Rakyat Skotlandia Tetap Ingin Gabung Inggris

Survei Ungkap 53 Persen Rakyat Skotlandia Tetap Ingin Gabung Inggris

News | Jum'at, 19 September 2014 | 01:56 WIB

Andy Murray Dukung Kemerdekaan Skotlandia dari Inggris

Andy Murray Dukung Kemerdekaan Skotlandia dari Inggris

News | Kamis, 18 September 2014 | 17:26 WIB

Tentukan Masa Depan, Warga Skotlandia Mulai Pemungutan Suara

Tentukan Masa Depan, Warga Skotlandia Mulai Pemungutan Suara

News | Kamis, 18 September 2014 | 16:41 WIB

Warga Skotlandia Tetap Ingin Pisah dari Inggris Raya

Warga Skotlandia Tetap Ingin Pisah dari Inggris Raya

News | Rabu, 17 September 2014 | 07:19 WIB

Ini Sikap Ratu Elizabeth II Atas Referendum di Skotlandia

Ini Sikap Ratu Elizabeth II Atas Referendum di Skotlandia

News | Senin, 15 September 2014 | 14:42 WIB

Mayoritas Rakyat Skotlandia Ingin Tetap Bergabung dengan Inggris

Mayoritas Rakyat Skotlandia Ingin Tetap Bergabung dengan Inggris

News | Kamis, 11 September 2014 | 01:02 WIB

Terkini

Mencekam! Detik-detik BMW Listrik Diamuk Warga di Jakbar, Nekat Tancap Gas Meski Dihadang Barrier

Mencekam! Detik-detik BMW Listrik Diamuk Warga di Jakbar, Nekat Tancap Gas Meski Dihadang Barrier

News | Senin, 22 Juni 2026 | 16:35 WIB

Alasan Keir Starmer Mengundurkan Diri dari Kursi Perdana Menteri Inggris

Alasan Keir Starmer Mengundurkan Diri dari Kursi Perdana Menteri Inggris

News | Senin, 22 Juni 2026 | 16:28 WIB

Dittipideksus Bareskrim Kembali Tahan Satu Tersangka Kasus PT DSI, Ini Sosoknya

Dittipideksus Bareskrim Kembali Tahan Satu Tersangka Kasus PT DSI, Ini Sosoknya

News | Senin, 22 Juni 2026 | 16:25 WIB

Buntut 'Nyanyian' Sony Sonjaya, Kejagung akan Klarifikasi Nanik S Deyang di Kasus Korupsi MBG

Buntut 'Nyanyian' Sony Sonjaya, Kejagung akan Klarifikasi Nanik S Deyang di Kasus Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 16:21 WIB

Punya Daya Tarik Rasa dan Visual, Mayoritas Vape di Indonesia Dikemas dengan Desain Ramah Remaja

Punya Daya Tarik Rasa dan Visual, Mayoritas Vape di Indonesia Dikemas dengan Desain Ramah Remaja

News | Senin, 22 Juni 2026 | 16:18 WIB

Pelaku Buron, Komisi XIII DPR Desak Negara Hadir Lindungi Perempuan Korban Penyiksaan di Bandung

Pelaku Buron, Komisi XIII DPR Desak Negara Hadir Lindungi Perempuan Korban Penyiksaan di Bandung

News | Senin, 22 Juni 2026 | 16:08 WIB

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:53 WIB

Belatung di Kepala, Oneng Murka Wanita di Bandung Disekap 3 Tahun: Jangan Beri Ampun!

Belatung di Kepala, Oneng Murka Wanita di Bandung Disekap 3 Tahun: Jangan Beri Ampun!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:52 WIB

'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur

'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:36 WIB

Buron Sejak 2025, Bos Kresna Life Michael Steven Akhirnya Diringkus di Maroko

Buron Sejak 2025, Bos Kresna Life Michael Steven Akhirnya Diringkus di Maroko

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:33 WIB