Tolak Bangun Tanggul Raksasa, Izin Pengembang Pesisir Akan Dicabut

Ruben Setiawan

Kamis, 09 Oktober 2014 | 20:38 WIB
Tolak Bangun Tanggul Raksasa, Izin Pengembang Pesisir Akan Dicabut
Para pekerja di pembangunan awal Proyek 'Giant Sea Wall' Jakarta, Kamis (9/10/2014). [Suara.co,/Tengku Sufiyanto]

Suara.com - Pemerintah mewajibkan perusahaan pengembang pulau di pesisir Jakarta ikut membangun tanggul laut raksasa (giant sea wall) yang merupakan bagian Pengembangan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (Capital Integrated Coastal Development/NCICD).

"Para pengembang yang mendapat konsesi harus membangun tanggul di wilayah yang dia dapat," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung di Pluit, Jakarta, Kamis (9/10/2014) petang.

Chairul menuturkan bahwa kontribusi membangun tanggul laut raksasa itu menjadi syarat bagi pengembang sebelum melakukan reklamasi.

Setelah satu tahun izin reklamasi diberikan, kemudian kontribusi pengembang terhadap pembangunan tanggul laut belum terlihat, menurut dia, izin akan dicabut.

"Dengan kontribusi begitu, pembangunan tanggul sepanjang 32 kilometer itu dapat selesai," ujarnya.

Beberapa pihak asing, seperti Korea Selatan, sebelumnya sempat menyatakan berminat ingin bergabung dalam proyek pembangunan tol laut raksasa. Namun, menurut Chairul, hingga kini, semua pengembang yang akan terlibat dalam proyek NCICD masih berasal dari pengembang domestik.

"Namun, saya tidak tahu perusahaannya, Pemprov DKI yang tahu," ujar dia.

Dari total panjang tanggul 32 kilometer, pemerintah akan membangun 8 kilometer, sedangkan sisanya 24 kilometer akan dibangun pengembang swasta. Anggaran pemerintah akan berasal 50 persen dari pemerintah pusat dan 50 persen pemerintah DKI Jakarta.

Tanggul laut merupakan proyek tahap pertama, yang juga dilanjutkan pada dua tahap selanjutnya di NCICD. Pada dua tahap selanjutnya, terdapat pembangunan sentra-sentra ekonomi baru di wilayah pesisir di Jakarta Utara.

Keseluruhan proyek NCICD membutuhkan estimasi biaya Rp400 triliun--Rp500 triliun dan ditargetkan selesai pada tahun 2030.

Tahap pertama tanggul laut raksasa ini juga melingkupi penguatan atau perbaikan seluruh tanggul sungai yang berhilir di Teluk Jakarta.

Pada tahap kedua NCICD, pemerintah akan membangun tanggul laut di wilayah barat proyek, dilanjutkan dengan proyek infrastruktur, konektivitas, serta kegiatan perbaikan lingkungan yang telah rusak.

"Tentu tanggul saja tidak cukup, nanti juga akan disiapkan infrastruktur lainnya. Pengembang silakan membangun. Izin amdalnya sudah ada, tinggal diproses," ujar Chairul.

Adapun pada tahap ketiga, akan dibangun tanggul di wilayah timur, sekaligus pengembangan zona ekonomi pelabuhan, melanjutkan konektivitas, membangun lingkungan baru, serta pengolahan limbah padat.

Chairul berjanji akan memperhatikan seluruh dampak dari pembangunan mega proyek ini, khususnya bagi kesejahteraan masyarakat pesisir Jakarta Utara. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Banjir, Salah Satu Alasan Disegerakannya Proyek "Giant Sea Wall"

Banjir, Salah Satu Alasan Disegerakannya Proyek "Giant Sea Wall"

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2014 | 19:40 WIB

Hari Ini, Proyek Giant Sea Wall Resmi Dibangun

Hari Ini, Proyek Giant Sea Wall Resmi Dibangun

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2014 | 11:36 WIB

 Chaerul Tanjung Kurbankan Sapi Limosin

Chaerul Tanjung Kurbankan Sapi Limosin

Bisnis | Minggu, 05 Oktober 2014 | 09:09 WIB

9 Oktober, Pemerintah Mulai Pembangunan Tanggul Laut Raksasa

9 Oktober, Pemerintah Mulai Pembangunan Tanggul Laut Raksasa

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2014 | 20:55 WIB

Tim Transisi Bertemu Menko, Jokowi Optimistis Programnya Langsung Jalan

Tim Transisi Bertemu Menko, Jokowi Optimistis Programnya Langsung Jalan

News | Rabu, 10 September 2014 | 16:45 WIB

Terkini

Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia

Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD

Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD

News | Senin, 28 September 2026 | 09:36 WIB

Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 5 Polisi Diperiksa Propam

Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 5 Polisi Diperiksa Propam

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 09:35 WIB

Review 'Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?': Mengupas Pengorbanan Sunyi Seorang Ibu yang Bikin Dada Sesak

Review 'Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?': Mengupas Pengorbanan Sunyi Seorang Ibu yang Bikin Dada Sesak

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 09:35 WIB

Jokowi Sebut PSI Mulai Ditakuti, Grace: Jangan Ditakuti, Kami Masih Partai Kecil

Jokowi Sebut PSI Mulai Ditakuti, Grace: Jangan Ditakuti, Kami Masih Partai Kecil

News | Senin, 28 September 2026 | 09:30 WIB

Iran Menutup Pintu Negosiasi Baru dengan Amerika Serikat di Sidang Umum PBB

Iran Menutup Pintu Negosiasi Baru dengan Amerika Serikat di Sidang Umum PBB

News | Senin, 28 September 2026 | 09:27 WIB

DPR Gelar RDP Hari Ini, Panggil Kalapas Soal Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

DPR Gelar RDP Hari Ini, Panggil Kalapas Soal Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

News | Senin, 28 September 2026 | 09:24 WIB

Harga Emas di Pegadaian Masih Kesulitan Tembus Rp2,7 Jutaan, Saatnya Beli?

Harga Emas di Pegadaian Masih Kesulitan Tembus Rp2,7 Jutaan, Saatnya Beli?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:22 WIB

Cuma Hari Ini! KAI Obral Tiket Kereta, Bayar 81 Persen Rayakan HUT Ke-81

Cuma Hari Ini! KAI Obral Tiket Kereta, Bayar 81 Persen Rayakan HUT Ke-81

News | Senin, 28 September 2026 | 09:19 WIB

Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Analis: Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029

Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Analis: Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029

News | Senin, 28 September 2026 | 09:15 WIB

×