Susi Pudjiastuti, Menteri Lulusan SMP Pertama di Era Reformasi

Siswanto

Senin, 29 Desember 2014 | 06:00 WIB
Susi Pudjiastuti, Menteri Lulusan SMP Pertama di Era Reformasi
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memegang pipi seorang anak nelayan. (Antara/Boyke LW)

Susi sudah menerima segudang penghargaan, di antaranya Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia.

Kemudian di tahun 2006, Susi menerima Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia Berprestasi Award 2009 dari PT Exelcomindo. Dan pada 2008, Susi mengembangkan bisnis aviasinya dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School.

Bakar Kapal

Ternyata, banyak orang "tertipu" dengan gaya Susi. Pemilik ijazah SMP itu membuktikan diri menjadi menteri yang tidak memble.

Setelah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, atau daerah perbatasan langsung dengan Malaysia, Susi kesal dengan banyaknya kapal asing ilegal yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

"Saya instruksikan tangkap dan bakar kapal asing yang masuk perairan Berau," kata Susi.

Instruksi ini membuat banyak pihak yang meragukan, terbelalak.

Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pembentukan Tim KKP bersama Pemkab Berau, TNI dan Polri. Susi meminta tim gabungan tersebut untuk tak takut untuk menangkap kapal asing yang beroperasi di perairan Berau.

Setelah itu, beberapa kapal ilegal dibakar. Pembakaran kapal tersebut untuk mengirimkan pesan agar maling-maling ikan berskala besar jangan macam-macam lagi dengan Indonesia.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Asril Tanjung, adalah salah satu politisi yang meragukan Susi. Tapi, setelah melihat aksi Susi, Asril optimistis sektor kelautan dapat berkembang.

"Saya sempat enggak yakin lulusan SMP, tapi kok berani nangkap dan bakar kapal. Ini yang memberi harapan kepada kita," katanya, Kamis (18/12/2014).

Asril mengatakan persoalan keamanan laut Indonesia sangat rumit.

"TNI kita terutama laut belum disegani negara tetangga, Singapura saja enggak takut," kata Asril.

Saat ini, Susi dan tim tengah bekerja keras untuk membenahi sektor kelautan dan perikanan. Ia ingin membantu para nelayan dalam negeri, terutama yang masih kecil.

Kementerian yang dipimpin Susi ingin mewujudkan kemandirian Indonesia di sektor maritim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Masih Payah,  Sepanjang 2014, 62 Tahanan Kabur dari Sel

Polisi Masih Payah, Sepanjang 2014, 62 Tahanan Kabur dari Sel

News | Sabtu, 27 Desember 2014 | 07:00 WIB

Sepanjang 2014, Aksi Polisi "Koboi" Masih Marak

Sepanjang 2014, Aksi Polisi "Koboi" Masih Marak

News | Jum'at, 26 Desember 2014 | 07:00 WIB

IPW: Polri Jangan seperti Gentong

IPW: Polri Jangan seperti Gentong

News | Selasa, 23 Desember 2014 | 10:24 WIB

Data Polisi Tewas dan Luka Sepanjang 2014

Data Polisi Tewas dan Luka Sepanjang 2014

News | Selasa, 23 Desember 2014 | 08:21 WIB

Catatan Akhir Tahun IPW: Polisi Tewas di 2014 Capai 41 Orang

Catatan Akhir Tahun IPW: Polisi Tewas di 2014 Capai 41 Orang

News | Selasa, 23 Desember 2014 | 07:32 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×