Hujan Iringi Pencarian Badan Pesawat AirAsia

Ardi Mandiri

Kamis, 15 Januari 2015 | 08:23 WIB
Hujan Iringi Pencarian Badan Pesawat AirAsia
Petugas bersiap memindahkan ekor pesawat AirAsia QZ8501 dari Kapal Crest Onyx ke tempat penyimpanan barang bukti di Pelabuhan Kumai, Kalteng, Minggu (11/1). (Antara)

Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalan Bun,Kalimantan Tengah, memerkirakan hujan terjadi Kamis pagi hingga siang hari di lokasi penemuan badan pesawat Air Asia QZ8501.

Kepala BMKG Pangkalan Bun Lukman Soleh di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (15/1/2015), mengatakan, di lokasi temuan badan pesawat saat ini terpantau hujan, dan potensinya masih bertahan hingga siang.

Secara umum, Lukman Soleh mengatakan memang kondisi cuaca hari Kamis berpotensi hujan. Namun diharapkan tidak sampai mengganggu kegiatan pengangkatan badan pesawat mengingat menjelang siang cuaca masih memungkinkan untuk proses evakuasi.

Hujan, menurut dia, juga potensial terjadi di sektor pencarian lain. Kondisi gelombang maksimum laut di daerah fokus pencarian mencapai 1,5 hingga 2,5 meter, sedangkan kecepatan arus mencapai 10 hingga 40 sentimeter per detik.

Secara umum dari arah barat, kecepatan angin permukaan dilaporkan 10-20 knot. Beberapa area yang terdapat awan Cumulonimbus (Cb) khususnya sektor timur dan bagian selatan memungkinkan terjadi angin kencang dan meningkatkan tinggi gelombang.

Badan pesawat Sebelumnya Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Bambang Soelistyo mengatakan badan pesawat AirAsia QZ8501 telah ditemukan dan bisa diangkat ke permukaan jika jenazah korban tidak bisa diambil oleh para penyelam.

"Dengan sasaran mencari jenazah korban yang bisa saja terjebak di badan pesawat, kalau kemudian penyelam kesulitan maka kita angkat bodi dan sayap pesawat," katanya.

Bambang belum dapat memastikan ada korban terjebak dalam badan pesawat yang baru saja ditemukan tim SAR gabungan karena jarak pandang di dalam laut sangat terbatas.

Badan pesawat AirAsia QZ8501 berhasil diabadikan gambarnya dengan Remotely Operated Vehicle (ROV) kapal MV Swift Rescue setelah sebelumnya tim SAR gabungan di kapal Geo Survey mendeteksi obyek tersebut dengan sonar.

Lokasi penemuan itu berjarak 3.000 meter dari penemuan ekor dan 800 meter dari lokasi ditemukannya kotak hitam pesawat. Obyek yang teridentifikasi sebagai badan pesawat berdimensi 30x10x3 meter.

Koordinator lapangan tim Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) Ony Soeryo Wibowo saat ditemui di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Rabu (14/1/2015), mengatakan sebenarnya tim KNKT sudah mendeteksi badan pesawat dan memberikan tanda lokasi temuan beberapa hari setelah jasad dan serpihan pertama ditemukan dengan menurunkan multibeam side-scan sonar.

Saat itu, menurut dia, tim KNKT konsentrasi mencari kotak hitam pesawat karena itu hanya menandai obyek-obyek besar yang tertangkap sonar. Dan lokasi badan pesawat masih di area sama dengan tempat ditemukannya kotak hitam. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

CEO AirAsia "Curhat" ke Setiap Pelanggan Maskapainya

CEO AirAsia "Curhat" ke Setiap Pelanggan Maskapainya

News | Rabu, 14 Januari 2015 | 20:50 WIB

Terkini

Iran, Oman dan Amerika Hampir Berdamai soal Selat Hormuz, Apa yang Mereka Mau?

Iran, Oman dan Amerika Hampir Berdamai soal Selat Hormuz, Apa yang Mereka Mau?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:16 WIB

Apakah Tablet Android Bisa Menggantikan Fungsi Laptop untuk Kuliah?

Apakah Tablet Android Bisa Menggantikan Fungsi Laptop untuk Kuliah?

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Review You and Everything Else: Saat Persahabatan Jadi Sumber Luka Dalam

Review You and Everything Else: Saat Persahabatan Jadi Sumber Luka Dalam

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Cara Cek Apakah Sudah Terdaftar Jadi Peserta Upacara di Istana Negara, Ini Link-nya

Cara Cek Apakah Sudah Terdaftar Jadi Peserta Upacara di Istana Negara, Ini Link-nya

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:13 WIB

Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau

Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau

Jogja | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:12 WIB

Lumajang Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Lumajang Hanya Bergantung pada Truk Tangki

Lumajang Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Lumajang Hanya Bergantung pada Truk Tangki

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Saepul Bongkar Kronologi Mutilasi di Depok, Alasan Buang Potongan Jasad Terungkap

Saepul Bongkar Kronologi Mutilasi di Depok, Alasan Buang Potongan Jasad Terungkap

Video | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Kanker Paru Kini Bisa Dideteksi Lebih Dini, Peluang Sembuh Juga Meningkat

Kanker Paru Kini Bisa Dideteksi Lebih Dini, Peluang Sembuh Juga Meningkat

Health | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:02 WIB

Review More Than a Tree, Kisah Pohon yang Mengajarkan Arti Kehilangan

Review More Than a Tree, Kisah Pohon yang Mengajarkan Arti Kehilangan

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:00 WIB

3 Rekomendasi HP Terbaik untuk Fotografi Maksimal Harga 3 Juta, Memori Lapang, Megapiksel Besar

3 Rekomendasi HP Terbaik untuk Fotografi Maksimal Harga 3 Juta, Memori Lapang, Megapiksel Besar

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:00 WIB

×