Indonesia Harus Ikhlas WNI Dipancung Negara Lain

Ardi Mandiri, Nikolaus Tolen

Sabtu, 07 Maret 2015 | 14:16 WIB
Indonesia Harus Ikhlas WNI Dipancung Negara Lain
Ilustrasi hukuman mati. (Shutterstocks)

Suara.com - Director Paramadina Graduate School of Diplomacy, Dinna Wisnu, meminta Pemerintah Indonesia untuk siap jika ada warga negaranya yang dieksekusi mati oleh negara lain.

Menurut Dinna, hal itu menjadi konsekuensi, karena Indonesia, saat ini, menerapkan sistem hukuman mati terhadap warga negara asing.

"Indonesia harus siap. Hubungan Indonesia dengan sejumlah negara dipastikan akan meregang setelah eksekusi ini. Sehingga kita tidak boleh cengeng bila negara lain memusuhi kita. Itu adalah pilihan dari kebijakan politik kita," kata Dinna di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2015).

"Negara lain melihat Indonesia sebagai negara yang keras. Karena itu, mereka juga akan keras kepada kita," dia melanjutkan.

Karena itu, Dinna menyarankan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menempatkan diplomat ulung yang dapat menjaga hubungan baik dengan negara yang berpotensi konflik dengan Indonesia.

"Kita harus memikirkan langkah strategis. Harus mulai menghitung langkah, lebih realistis lagi. Diukur efek ke depannya akan seperti apa," katanya.

Lebih lanjut Dinna meminta Pemerintah Indonesia untuk cepat membuat keputusan terhadap eksekusi mati para terpidana asing. Agar propaganda yang dilancarkan negara asing tidak semakin panas.

"Saat ini Indonesia belum jelas langkah politiknya, termasuk dalam tidak ada ketegasan soal waktu eksekusi," tutupnya.

Seperti diketahui, kebijakan Indonesia soal eksekusi mati mendapatkan tentangan dari dunia internasional. Persatuan Bangsa-bangsa bahkan sudah meminta langsung Indonesia untuk membatalkan kebijakan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kalau Terima Barter dari Australia, Indonesia Jadi 'Ayam Sayur'

Kalau Terima Barter dari Australia, Indonesia Jadi 'Ayam Sayur'

News | Sabtu, 07 Maret 2015 | 13:31 WIB

Terkini

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser

Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:20 WIB

Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran

Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:16 WIB

Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan

Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:08 WIB

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:18 WIB

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:45 WIB

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:40 WIB

×