Pasir Putih Situbondo Dibuka untuk Investor, Investasi Ditaksir Rp40 Miliar

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:49 WIB
Pasir Putih Situbondo Dibuka untuk Investor, Investasi Ditaksir Rp40 Miliar
Pantai Pasir Putih Situbondo Jawa Timur [Foto: Antara]
baca 10 detik
  • Pasir Putih dibuka untuk investasi minimal Rp40 miliar selama lima tahun.
  • KSP berlangsung 30 tahun dengan aset kawasan senilai Rp143,5 miliar.
  • Pemkab incar investor berpengalaman untuk kembangkan wisata kelas dunia.

Suara.com - Pemerintah Kabupaten Situbondo membuka peluang investasi untuk mengembangkan kawasan Wisata Bahari Pantai Pasir Putih melalui skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP). Investasi yang dibidik minimal Rp40 miliar dalam lima tahun dengan masa kerja sama mencapai 30 tahun.

Kawasan wisata legendaris Jawa Timur tersebut memiliki nilai aset yang diperkirakan mencapai Rp143,5 miliar, terdiri dari aset tanah, bangunan, dan aset lainnya.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio mengatakan, KSP menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk membawa pengelolaan Pasir Putih ke level yang lebih profesional dan modern.

Meski demikian, pengembangan kawasan tidak akan menghilangkan identitas Pasir Putih yang telah dikenal masyarakat selama puluhan tahun.

"Brand-nya tetap Pasir Putih. Nama Pasir Putih sudah melegenda dan tidak perlu diganti. Yang kita lakukan adalah memberikan wajah baru, kualitas baru, dan pengalaman baru kepada wisatawan melalui pengelolaan yang lebih profesional," ujar Mas Rio dalam konferensi pers di Pantai Pasir Putih Situbondo, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, posisi Pasir Putih cukup strategis karena berada di jalur Pantura dan memiliki akses menuju sejumlah destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

Pasir Putih juga dinilai memiliki potensi menjadi bagian dari pola perjalanan wisata yang menghubungkan Bromo-Besuki-Argopuro-Pasir Putih-Ijen-Baluran hingga Bali.

Potensi tersebut semakin terbuka seiring dengan rencana penguatan konektivitas kawasan. Beberapa di antaranya adalah peluang pengembangan akses tol di sekitar Situbondo, program aglomerasi pariwisata, pengembangan Pelabuhan Jangkar menuju Bali Utara, rencana Bandara Bali Utara, keberadaan Bandara KHR As'ad Syamsul Arifin (KASA), hingga rencana reaktivasi jalur kereta api Jember-Bondowoso-Panarukan.

"Kami tidak melihat Pasir Putih sebagai destinasi yang berdiri sendiri. Pasir Putih akan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan konektivitas kawasan. Ini yang membuat kami optimistis peluang investasinya sangat besar," kata Mas Rio.

baca juga

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Situbondo sekaligus Ketua Tim KSP, Edy Wiyono, mengatakan kawasan wisata yang ditawarkan memiliki luas sekitar 15,4 hektare, sedangkan total kawasan mencapai 18,4 hektare.

Sejumlah aset eksisting berada di dalam kawasan tersebut. Di antaranya Hotel Sidomuncul 1, Hotel Sidomuncul 2, Papin In, Wisda Rengganis, pintu wisata, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Pemerintah daerah, kata Edy, tidak ingin terlalu membatasi konsep pengembangan yang akan ditawarkan calon mitra.

"Konsepnya bukan sekadar mengelola pantai. Kami membuka peluang kepada mitra untuk membangun integrated coastal tourism, mulai dari hotel dan resort, restoran dan kafe, beach club, sport tourism, diving, wisata bahari, family recreation, event dan beach carnival, hingga berbagai atraksi wisata yang sesuai dengan karakter kawasan," ujar Edy.

Dengan konsep tersebut, Pasir Putih diharapkan tidak hanya menjadi tempat wisata bahari, tetapi juga memiliki lebih banyak aktivitas yang dapat memperpanjang waktu kunjungan wisatawan.

Edy mengatakan skema KSP dirancang sebagai kemitraan jangka panjang antara pemerintah daerah dan investor.

Dalam kerja sama tersebut, investor diwajibkan memberikan kontribusi tetap kepada Pemkab Situbondo dengan nilai minimum Rp1,5 miliar per tahun. Nilai kontribusi dapat meningkat mengikuti pertumbuhan ekonomi dan ketentuan yang dituangkan dalam perjanjian kerja sama.

Selain kontribusi tetap, terdapat skema profit sharing 51:49, dengan 51% untuk Pemerintah Kabupaten Situbondo dan 49% untuk mitra investor, sesuai skema kerja sama yang ditetapkan.

"Skema ini kami desain sebagai kemitraan strategis. Investor mendapatkan ruang untuk mengembangkan dan memperoleh keuntungan dari bisnis yang dibangun, sementara pemerintah daerah memperoleh kontribusi tetap, bagi hasil, serta manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," kata Edy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masjid Istiqlal Dikabarkan Masuk Pasar Modal, OJK: Masih Sebatas Wacana

Masjid Istiqlal Dikabarkan Masuk Pasar Modal, OJK: Masih Sebatas Wacana

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Pasar Modal Serok Rp125 Triliun: Pesta Raksasa yang Lupa Mengundang UMKM

Pasar Modal Serok Rp125 Triliun: Pesta Raksasa yang Lupa Mengundang UMKM

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Jelang Rebalancing MSCI, Hindari Saham-saham Ini

Jelang Rebalancing MSCI, Hindari Saham-saham Ini

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:18 WIB

Terkini

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:17 WIB

×