ICW: Ada 48 Anggaran 'Siluman' di APBD DKI Jakarta

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Senin, 09 Maret 2015 | 14:48 WIB
ICW: Ada 48 Anggaran 'Siluman' di APBD DKI Jakarta
Salah satu unit uninterruptible power supply (UPS) di SMAN 65 Jakarta. [Antara/Rivan Awal Lingga]

Suara.com - LSM Anti Korupsi Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan ada 48 ‎mata anggaran kegiatan 'siluman' di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Anggaran itu ada di Dinas dan Suku Dinas Pendidikan.

ICW mencatat puluhan kegiatan yang bermasalah itu terdapat dalam program peningkatan sarana dan prasarana pendidikan DKI Jakarta tahun anggaran 2014. Hal itu dinyatakan ICW dalam jumpa pers di kantornya di Jakarta, Senin (9/3/2015).

"Pada TA 2014 terdapat alokasi anggaran sebesar Rp2,068 triliun dengan nilai realisasi sebesar Rp1,194 triliun," kata Koordinator Divisi Monitoring dan Pelayanan Publik ICW Firdaus Ilyas.

Berdasarkan hasil temuan ICW, program Pemerintah Provinsi DKI yang bermasalah itu terjadi dalam sejumlah proyek pengadaan‎ barang. Di antaranya proyek pengadaan Uninterruptible Power Suplly (UPS) untuk sekolah menengah di Jakarta. Kemudian pengadaan alat scanner dan printer 3D, pengadaan Colaboration Active Classroom (CAC), pengadaan alat digital education classroom.

"Dari realisasi kegiatan yang diduga bermasalah (siluman) terdiri dari 454 paket kegiatan," ungkapnya.

‎Dia menjelaskan berdasarkan laporan realisasi pengadaan UPS selama TA 2014 pada Dinas dan Sudin Pendidikan DKI Jakarta sebanyak 51 paket. Pengadaan itu diantaranya pada SMA dan SMA sebanyak 49 paket dengan anggaran Rp6 miliar perpaket, kemudian pada Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah 1 paket dengan anggaran Rp6 miliar perpaket, serta pada RSUD Cengkareng 1 paket senilai Rp1,37 miliar.

"Dari 50 paket realisasi proyek pengadaan UPS ternyata dimenangkan‎ oleh 39 perusahaan yang berdeba. Dari perusahaan pemenang tender itu ada yang memenangkan lebih dari 1 paket," ungkapnya.

Ia menambahkan dari penelusuran lebih lanjut ternyata 39 perusahaan itu juga telah mendapatkan atau memenangkan pengadaan barang dan jasa di lingkungan‎ Pemprov DKI selama periode 2012-2014. Ke-39 perusahaan itu di antaranya CV Anugerah Indah Mahakarya yang memenangkan 14 proyek dengan nilai anggaran Rp49,4 miliar. Kemudian PT Debindo jaya memenangkan 16 proyek dengan nilai anggaran Rp73,7 miliar dan PT Dinamika Airufindo Persada memenangkan 17 proyek dengan nilai Rp74,6 miliar.

"Total jumlah proyek yang mereka menangkan sebanyak 197 paket dengan total nilai anggaran sebesar Rp875,871 miliar," terang Firdaus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dugaan Korupsi UPS, Hari Ini Polda Metro Periksa Sejumlah Orang

Dugaan Korupsi UPS, Hari Ini Polda Metro Periksa Sejumlah Orang

News | Senin, 09 Maret 2015 | 12:31 WIB

Alex Usman Diperiksa, Ahok: Kita Serahkan Itu Pada Polisi

Alex Usman Diperiksa, Ahok: Kita Serahkan Itu Pada Polisi

News | Kamis, 05 Maret 2015 | 09:47 WIB

Ini Pembelaan Sekda DKI Dituduh Suap Ketua DPRD

Ini Pembelaan Sekda DKI Dituduh Suap Ketua DPRD

News | Selasa, 03 Maret 2015 | 21:31 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×