Kisah Bandar Narkoba yang Takut Dihukum Mati

Doddy Rosadi

Sabtu, 14 Maret 2015 | 12:04 WIB
Kisah Bandar Narkoba yang Takut Dihukum Mati
Ilustrasi penjara [Shutterstock]

Suara.com - “Tidak ada istilah kehormatan di antara bandar narkoba. Pada akhirnya, narkoba akan menghancurkan Anda dan juga orang-orang di sekeliling Anda,” kata Tan Duc Thanh Nguyen, bandar narkoba yang divonis hukuman seumur hidup dan salah satu anggota sindikat Bali Nine.

Dia ditangkap aparat kepolisian Indonesia saat hendak menyelundupkan lebih dari 8 kg heroin dari Bali menuju Australia pada 2005. Kini, Nguyen mulai ketakutan ketika melihat Presiden Joko Widodo bersikeras untuk melaksanakan hukuman mati kepada dua rekannya, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Harapan Nguyen untuk bebas terkubur mati.

“Duduk di sel penjara dan melihat pemerintah Indonesia melakukan eksekusi, saya ketakutan,” kata Nguyen dalam wawancara dengan The Daily Telegraph.

“Saya sangat takut dengan situasi yang terjadi saat ini, karena saya khawatir setelah Andrew dan Myuran maka saya akan menjadi korban berikutnya yang akan dihukum mati,” ungkapnya.

Sebagai narapidana dengan hukuman seumur hidup, Nguyen tidak berhak mendapatkan remisi tahunan. Kecuali mengajukan banding, maka Nguyen dipastikan akan meninggal di penjara.

Namun, setiap banding yang diajukan mempunyai risiko. Pada September 2006, Mahkamah Agung Indonesia memperberat hukuman Nguyen menjadi hukuman mati. Namun, dua tahun kemudian hukuman itu diubah lagi menjadi hukuan seumur hidup.

Nguyen bertekad untuk mengajukan banding lagi tahun ini agar hukumannya dikurangi. Namun, dia khawatir taktik yang diterapkan Jokowi akan menghambat upayanya itu.

“Melihat apa yang dialami Andrew dan Myuran, maka saya takut kami semua tidak akan bisa menjalani sidang yang adil. Risikonya sangat besar. Tetapi, tidak melakukan apa-apa juga sama saja. Menjalani hukuman seumur hidup merupakan sesuatu yang berbeda. Itu merupakan cara untuk mati dengan jalan lain dan metode berbeda. Keputusasaan membuat saya berusaha untuk mengajukan banding lagi. Ini ibarat lemparan buah dadu dalam hidup saya,” jelasnya.

“Tidak ada yang ingin mati. Mati adalah jalan keluar yang paling mudah. Saya layak untuk menerima ini semua. Banding adalah sebuah harapan. Tanpa harapan, maka tidak akan ada masa depan,” ungkapnya.

Nguyen mengatakan, dia adalah orang yang berbeda dibandingkan 10 tahun lalu.

“Apakah saya bersalah? Ya saya menyesal atas itu, lebih dari yang diketahui orang lain. Saya hidup dengan penyesalan setiap pagi saat bangun tidur dan setiap malam sebelum tidur di sel penjara. Itulah kenangan yang akan selalu hidup di ingatan,” pungkasnya. (News.com.au)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bos Virgin Surati Jokowi, Sebut Hukuman Mati "Barbar"

Bos Virgin Surati Jokowi, Sebut Hukuman Mati "Barbar"

News | Rabu, 11 Maret 2015 | 11:52 WIB

Terkini

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00 WIB

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:50 WIB

×