Komnas Perempuan: Pernikahan Siri Pemicu Kekerasan Seksual

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 25 Maret 2015 | 06:15 WIB
Komnas Perempuan: Pernikahan Siri Pemicu Kekerasan Seksual
Peringatan Hari Perempuan Sedunia. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Komisi Nasional Perlindungan Perempuan mencatat ada 293.220 perempuan mengalami kekerasan selama tahun 2014 kemarin. Kekerasan kebanyakan terjadi di dalam rumah tangga.

Komisioner Komnas Perempuan Masruchah menjelaskan kekerasan dalam rumah tangga itu banyak dialami oleh seorang perempuan yang dinikahkan secara siri. Mereka mendapatkan kekerasan fisik, psikologis, bahkan seksual.

"Kekerasan secara seksual meningkat secara tajam itu kasus pernikahan siri. Kebanyakan poligami itu dengan pernikahan siri,"a jelas Masruchah saat berbincang dengan suara.com, Selasa (24/3/2015).

Dia mencatat rata-rata dalam sehari ada 35 perempuan yang mengalami kekerasan karena dipicu perkawinan poligami. Mereka menikah siri, kata Masruchah.

"Harus diingat, salah satu kekerasan seksual itu adalah pernikahan siri. Karena dampaknya pada seksualitas perempuan," jelas dia.

Masruchah merinci pernikahan siri tanpa legalitas catatan sipil lebih banyak mendatangkan ancaman untuk perempuan. Paling nyata, istri nikah siri tidak mendapat pengakuan secara hukum.

"Kalau konteks mengalami KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), secara hukum tidak dilayani selayaknya istri. Istri yang dinikahkan secara siri itu kan tidak diatur ke dalam UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga atau payung hukum lainnya," kata dia.

Bahkan anak akan sulit mendapatkan akta kelahiran. Sebab anak yang dihasilkan dari nikah siri harus mendapatkan pengakuan resmi dari sang ayah.

"Meski MK sudah melonggarkan. Jadi harus tes DNA dan mengurus hal lain. Itu akan melalui sederet pengurusan dokumen," paparnya.

Sebelumnya heboh pernikahan siri yang diiklankan secara online. Jasa penghulu bisa menikahkan siri banyak beriklan di media internet dengan membuat blog atau situs-situs berdomain komersil. Kementerian Komunikasi dan Informatika pun langsung memblokir sebagian situs yang terindikasi menjajakan jasa pernikahan siri online.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Iklan Jasa Nikah Siri Masih Banyak Bertebaran di Facebook

Iklan Jasa Nikah Siri Masih Banyak Bertebaran di Facebook

Tekno | Selasa, 24 Maret 2015 | 06:00 WIB

KPAI Apresiasi Kominfo Blokir Nikah Siri Online

KPAI Apresiasi Kominfo Blokir Nikah Siri Online

Tekno | Senin, 23 Maret 2015 | 05:30 WIB

Khofifah: Perempuan Jangan Mau Nikah Siri Online

Khofifah: Perempuan Jangan Mau Nikah Siri Online

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2015 | 04:40 WIB

Ini Risiko Nikah Siri Secara Online

Ini Risiko Nikah Siri Secara Online

Lifestyle | Jum'at, 13 Maret 2015 | 15:14 WIB

Ini Gelagat Farhat Abbas saat akan Menikah Siri

Ini Gelagat Farhat Abbas saat akan Menikah Siri

Entertainment | Rabu, 02 April 2014 | 16:39 WIB

Suami Minta Farhat Abbas Nikahi Regina

Suami Minta Farhat Abbas Nikahi Regina

Entertainment | Senin, 31 Maret 2014 | 13:53 WIB

Terkini

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Pertamina Ajak Anak Muda Jadi Penggerak Inovasi Indonesia di Momentum Sumpah Pemuda

Pertamina Ajak Anak Muda Jadi Penggerak Inovasi Indonesia di Momentum Sumpah Pemuda

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:37 WIB

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27 WIB

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap

Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi

Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya

Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:19 WIB

×