KPAI: Kematian Siswa SMAN 5 Bandung Momentum Hentikan Tradisi Geng Pelajar

Erick Tanjung | Suara.com

Senin, 16 Maret 2026 | 14:51 WIB
KPAI: Kematian Siswa SMAN 5 Bandung Momentum Hentikan Tradisi Geng Pelajar
Anggota KPAI Diyah Puspitarini. [Antara/Anita Permata Dewi]
  • KPAI desak penghentian tradisi geng pelajar pasca-tewasnya siswa SMAN 5 Bandung.
  • Kasus kematian siswa di Bandung diselidiki polisi terkait dugaan pengeroyokan.
  • Diyah Puspitarini minta aparat hukum tegakkan UU Perlindungan Anak dalam kasus FA.

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan bahwa kasus tewasnya siswa SMAN 5 Bandung berinisial FA (17) harus menjadi momentum refleksi dan evaluasi bersama guna memutus mata rantai tradisi geng pelajar antarsekolah.

"Hal yang perlu menjadi perhatian serius adalah apakah terdapat unsur geng pelajar yang diwariskan secara turun-temurun antara kedua sekolah ini. Ini harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak terkait," ujar Anggota KPAI, Diyah Puspitarini, saat dihubungi di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Diyah menilai bahwa pembiaran terhadap tradisi geng sekolah sangat berbahaya karena memiliki risiko tinggi memicu kekerasan fisik sewaktu-waktu.

Berdasarkan hasil koordinasi KPAI dengan pihak kepolisian, diduga tidak terjadi bentrokan fisik secara langsung antara siswa SMAN 5 dan SMAN 2 Bandung dalam insiden tersebut.

Korban dilaporkan terjatuh setelah menghadiri acara buka puasa bersama.

"Berdasarkan informasi sementara, tidak terjadi tawuran langsung. Korban tampak berusaha menghindar dari kerumunan siswa sekolah lain hingga akhirnya terjatuh. Unsur pengeroyokan masih didalami, namun saat itu korban memang sedang melintasi area SMAN 2," jelas Diyah.

KPAI mendesak aparat penegak hukum untuk memproses kasus ini secara cepat dan transparan dengan tetap berpedoman pada UU Sistem Peradilan Pidana Anak serta UU Perlindungan Anak.

"Kami meminta proses hukum dijalankan secara profesional sesuai amanat Pasal 59A UU Perlindungan Anak," tambahnya.

Sebelumnya, FA (17) meninggal dunia di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, pada Jumat (13/3/2026) malam.

Insiden tragis tersebut terjadi saat korban dalam perjalanan pulang usai menghadiri agenda buka puasa bersama.

Saat ini, Polrestabes Bandung masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap penyebab pasti kematian korban, termasuk mendalami adanya dugaan penganiayaan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Tantrum Karena Roblox Diblokir? Ini Strategi Agar Orang Tua Hadapi Krisis Digital Anak

Anak Tantrum Karena Roblox Diblokir? Ini Strategi Agar Orang Tua Hadapi Krisis Digital Anak

Your Say | Kamis, 12 Maret 2026 | 17:50 WIB

Eksperimen Baru: Laporkan Kebaikan Teman Bikin Pelajar 5X Lebih Empati, Tambah Konsentrasi Belajar

Eksperimen Baru: Laporkan Kebaikan Teman Bikin Pelajar 5X Lebih Empati, Tambah Konsentrasi Belajar

Lifestyle | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:00 WIB

Tabir Gelap Kematian Tragis Nizam Syafei: Fakta Baru Ayah Kandung Ternyata KDRT Ibu Tiri

Tabir Gelap Kematian Tragis Nizam Syafei: Fakta Baru Ayah Kandung Ternyata KDRT Ibu Tiri

Entertainment | Rabu, 04 Maret 2026 | 08:27 WIB

Terkini

Fakta Mengerikan Penembakan 8 Anak di AS: Pelaku Eks Tentara, 7 Korban Anak Kandung Tersangka

Fakta Mengerikan Penembakan 8 Anak di AS: Pelaku Eks Tentara, 7 Korban Anak Kandung Tersangka

News | Senin, 20 April 2026 | 07:02 WIB

Horor di Louisiana! Penembakan Brutal Tewaskan 8 Anak, TKP di 3 Rumah

Horor di Louisiana! Penembakan Brutal Tewaskan 8 Anak, TKP di 3 Rumah

News | Senin, 20 April 2026 | 06:29 WIB

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

News | Minggu, 19 April 2026 | 23:08 WIB

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:22 WIB

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:17 WIB

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:13 WIB

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:06 WIB

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:04 WIB

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 19:13 WIB

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB