Ini Penampakan Pabrik Es Balok Air Kalimalang yang Digerebek

Laban Laisila, Nikolaus Tolen

Sabtu, 28 Maret 2015 | 05:28 WIB
Ini Penampakan Pabrik Es Balok Air Kalimalang yang Digerebek
Pabrik es balok yang menggunakan air sungai Kalimalang sebagai bahan baku. [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Sejak digerebek sepuluh hari lalu, pabrik es batu balok di Jalan Rawa Gelam nomor 2, Kawasan Industri Pulogadung (KIP), Cakung, Jakarta Timur, kini sepi dari kegiatan.

Dari pantauan suara.com ke lokasi, Jumat (27/3/2015), tak satupun pegawai yang berada di pabrik untuk dimintai keterangan. Sementara kondisi pabrik dibiarkan kosong dengan garis kuning polisi.

Pabrik ini digerebek polisi karena diduga menggunakan air dari saluran inspeksi  sungai Kalimalang sebagai bahan baku es balok.

Di bagian depan pabrik juga hanya terlihat truk-truk pengangkut es yang diparkir tanpa ada satupun yang menjaga.

Begitu juga saat reporter suara.com mencoba melongok ke dalam pabrik yang terbagi menjadi dua bagian. Terdapat cetakan es balok yang sudah berkarat di taruh begitu saja dan juga terdapat dua tabung raksasa dan drum yang tergelatak beraturan.

Menurut petugas sekuriti , sekitar 40 pekerja di pabrik tersebut kini diliburkan. Pimpinan perusahaan juga tak dapat ditemui.

Petugas yang tak mau disebutkan namanya itu menyayangkan berhentinya aktifitas pabrik yang lantas membuat karyawan tak bisa bekerja lagi.

"Belum tahu sampai kapan, masih urusan sama polisi, tadi masih ada yang ke sini, tetapi itu ya nasibnya terkatung-katung jadinya," katanya.

Dia pun menepis tudingan bahwa pabrik itu menggunakan zat berbahaya. Menurutnya, pabrik itu menggunakan air yang layak.

"Di sini air itu kita ambil dari PAM dan dari Bekasi. Kalau dibilang dicampur kaporit dan ANP dari mana. PAM juga campur kaporit kan," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, dari pabrik yang digerebek itu, polisi sudah mengamankan dua orang, yakni DN (55) sebagai pemilik alat angkut, dan AL (55) sebagai penanggung jawab pabrik. Selain itu, petugas juga sudah mengamankan barang bukti truk pengangkut air, balok es, alat cetak es batu, dan zat kimia.

Kepala Kepolisian Resort Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat mengatakan pabrik pembuat es tersebut digerebek karena diduga memproses es batu dengan tidak sehat.

Dugaan itu dikuatkan oleh hasil tes laboratorium Balai Besar Laboratorium Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kementerian Kesehatan.

"Didapatkan hasilnya tidak layak untuk dikonsumsi orang karena ada bakteri coliform. Bila dikonsumsi akan mendatangkan berbagai penyakit, termasuk kanker," kata Wahyu.

Berdasarkan penyelidikan polisi, kata Wahyu, air yang digunakan untuk bahan baku es balok diambil dari saluran inspeksi Kalimalang.

"Lalu ditampung, kemudian diberi zat kimia berupa kaporit, soda api, tawas, ANP, serta antifoam," katanya.

Setelah air menjadi es batuk, selanjutnya dijual ke ke warung-warung. Tiap balok es batu harganya Rp12 ribu, bahkan ada yang mencapai Rp30 ribu.

"Dalam satu hari, target penjualan mereka dua ribu batang," kata Wahyu.

Polisi menerapkan Pasal 94 dan 45 undang-Undang nomor 7 tahun 2004 tentang sumber daya air dengan ancaman tiga tahun atau denda Rp500 juta. Kemudian Pasal 62 Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman 5 tahun atau denda Rp2 miliar. Pasal 135 dan Pasal 140 UU nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman dua tahun penjara atau denda Rp4 miliar.

"Kalau ini terbukti bersalah, maka pabrik tersebut dapat ditutup dan dikenai pasal berlapis," ujar Wahyu.

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Seminggu Sebelum Meninggal, Olga 'Datangi' Melaney Ricardo

Teriakan Terdengar di Detik-detik Menjelang Jatuhnya Germanwings

Akhirnya Identitas Polantas Ketahuan, Polda Metro Pun Minta Maaf

Aneh, Bayi Ini Lahir dengan Angka 12 di Dahinya

Setelah 20 Tahun, Binatang Langka Mirip Teddy Bear Muncul Lagi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pabrik Es Air Kalimalang, DPRD: Dinkes Harus Telusuri Sumber Air

Pabrik Es Air Kalimalang, DPRD: Dinkes Harus Telusuri Sumber Air

News | Jum'at, 27 Maret 2015 | 15:52 WIB

Bila Terbukti Salah, Pabrik Es Batu Air Kalimalang Bisa Dibekukan

Bila Terbukti Salah, Pabrik Es Batu Air Kalimalang Bisa Dibekukan

News | Jum'at, 27 Maret 2015 | 20:09 WIB

DPRD: Pengusaha Pabrik Es Balok Air Kalimalang Harus Ditindak

DPRD: Pengusaha Pabrik Es Balok Air Kalimalang Harus Ditindak

News | Jum'at, 27 Maret 2015 | 11:58 WIB

Terkini

Rupiah Perkasa Hari Ini ke Level Rp17.947/USD

Rupiah Perkasa Hari Ini ke Level Rp17.947/USD

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:42 WIB

FAM Malaysia Protes Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh

FAM Malaysia Protes Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Belanja Negara APBN 2027 Tertinggi dalam Sejarah, Kemenkeu Klaim Buat Kesejahteraan

Belanja Negara APBN 2027 Tertinggi dalam Sejarah, Kemenkeu Klaim Buat Kesejahteraan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Penampilan Siswa Bikin Orang Tua Haru, Gus Ipul: 1 Tahun di Sekolah Rakyat Jadi Lebih Percaya Diri

Penampilan Siswa Bikin Orang Tua Haru, Gus Ipul: 1 Tahun di Sekolah Rakyat Jadi Lebih Percaya Diri

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Masih di Atas USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Masih di Atas USD 100/Barel

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:31 WIB

Hasyim Asy'ari Akui KPU Tak Cek Keabsahan Dokumen Pendidikan Gibran saat Pilpres 2024

Hasyim Asy'ari Akui KPU Tak Cek Keabsahan Dokumen Pendidikan Gibran saat Pilpres 2024

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Biodata dan Profil Nino Fernandez yang Jadi Omongan Panas di X

Biodata dan Profil Nino Fernandez yang Jadi Omongan Panas di X

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:23 WIB

Reaksi John Herdman Usai Malaysia Lumat Singapura Pesta 6 Gol

Reaksi John Herdman Usai Malaysia Lumat Singapura Pesta 6 Gol

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:23 WIB

Gerak Cepat Sarawak di Perbatasan: Ancaman atau Peluang Emas untuk Pembangunan IKN?

Gerak Cepat Sarawak di Perbatasan: Ancaman atau Peluang Emas untuk Pembangunan IKN?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:21 WIB

IHSG Mulai Menghijau pada Awal Perdagangan, Pantau ENRG

IHSG Mulai Menghijau pada Awal Perdagangan, Pantau ENRG

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:17 WIB

×