Akibat Gas Beracun, Puluhan Warga Bojonegoro Harus Diungsikan

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Sabtu, 25 April 2015 | 01:20 WIB
Akibat Gas Beracun, Puluhan Warga Bojonegoro Harus Diungsikan
Ilustrasi orang keracunan. [Shutterstock]

Suara.com - Puluhan warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terpaksa diungsikan, akibat sebuah sumur minyak Sukowati di Desa Campurejo, Kecamatan Kota, mengeluarkan gas beracun H2S (Hidrogen Sulfida), Jumat.

"Sumur minyak Sukowati 21 mengeluarkan gas H2S tidak lama, tapi penanganan untuk mengatasi kebocoran gas berlangsung sekitar 30 menit," kata Security Government Relation Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ) Yoga S Utama, di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan sumur minyak Sukowati 21 mengeluarkan gas terjadi sekitar pukul 19.30 WIB dan kebocoran yang terjadi berhasil diatasi jajaran JOB PPEJ pukul 20.00 WIB.

"Karena arah angin ke selatan, maka ketika sumur minyak mengeluarkan gas, yang terkena dampaknya warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, yang berada di selatannya," jelas dia.

Namun, ia membantah kalau gas beracun H2S yang keluar dari sumur minyak Sukowati 21, dalam konsentrasi besar.

"Konsentrasinya kecil, sebab kalau besar jelas akan banyak warga yang menjadi korban," katanya, menegaskan.

Dari data yang diperoleh, akibat sumur minyak Sukowati, mengeluarkan gas, sekitar 40 warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, yang sebagian besar ibu-ibu, diungsikan menuju Balai Desa Campurejo, Kecamatan Kota.

Satu warga atas nama Semi (70), terpaksa harus menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Ibnu Sina, yang lokasinya juga di Desa Campurejo. Keluhan warga yang mengungsi, sebagian besar mengaku, merasa mual-mual dan pusing, setelah mencium bau mirip telur busuk.

"Warga yang menjalani perawatan di RS Ibnu Sina tidak sampai pingsan. Hanya karena sudah tua, kemudian kita bawa ke RS Ibnu Sina untuk menjalani rawat inap," jelas dokter JOB PPEJ Tofan.

Puluhan warga yang mengungsi di Balai Desa Campurejo, akhirnya kembali ke rumahnya masing-masing, setelah sempat menjalani parawatan dari tim medis JOB PPEJ. Dalam kejadian itu, puluhan petugas jajaran kepolisian resor (polres), juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), melakukan penjagaan di sejumlah lokasi.

"Yang jelas kondisi sudah terkendali. Adanya kebocoran sudah teratasi dan tidak berkembang," kata Kapolres Bojonegoro AKBP Hendri Fiuser, yang berada di Balai Desa Campurejo, Kecamatan Kota. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tenggak Miras di Pemakaman, 59 Orang Tewas Keracunan

Tenggak Miras di Pemakaman, 59 Orang Tewas Keracunan

News | Senin, 12 Januari 2015 | 14:35 WIB

Keracunan Jamur, Satu Keluarga Dilarikan ke RSUD

Keracunan Jamur, Satu Keluarga Dilarikan ke RSUD

News | Minggu, 02 November 2014 | 13:39 WIB

Terkini

Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat

Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:00 WIB

KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik

KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:40 WIB

Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji

Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:34 WIB

Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'

Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:18 WIB

Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang

Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:08 WIB

Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!

Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:08 WIB

Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!

Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:07 WIB

Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui

Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:48 WIB

ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin

ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:43 WIB

Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?

Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:36 WIB