Beredar Beras Plastik, Pedagang: Pemerintah Kecolongan Terus

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Rabu, 20 Mei 2015 | 12:34 WIB
Beredar Beras Plastik, Pedagang: Pemerintah Kecolongan Terus
Ilustrasi karung beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (20/5/2015). [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Sebulan menjelang bulan puasa, masyarakat diresahkan oleh peredaran beras yang diduga mengandung bahan plastik. Beras ini pertamakali ditemukan oleh Dewi Septiani, penjual bubur di Mutiara Gading, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dewi pun mengunggah gambar beras tersebut ke media sosial dengan maksud ingin berbagi informasi. Kasus ini kemudian ramai dibahas media. Polisi dan pemerintah pun turun tangan.

Kalau beras yang tengah diteliti BPOM itu benar-benar mengandung plastik, berarti pemerintah lalai mengawasi peredaran beras. Demikian disampaikan oleh pedagang Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, bernama Iwan, Rabu (20/5/2015).

"Pemerintah kita kecolongan mulu (terus)," kata Iwan kepada Suara.com

Selain itu, menurut lelaki yang sudah 25 tahun berdagang beras, pemerintah juga kurang sigap menjaga harga beras di pasar.

"Beras naik saja kecolongan mulu (terus). Waktu beras naik, kan lambat itu (pemerintah). Masa beras jelek sampai Rp12 ribu. Itu waktu beras heboh jadi pada mahal," katanya.

DPR sebelumnya mendesak Kementerian Pertanian untuk segera turun tangan dengan menarik beras yang diduga mengandung plastik dari pasar.

"Kami mendesak Kementerian Pertanian melakukan investigasi dan menarik beras tersebut jika ada, dan harus mengetahui latar belakang mengapa beras palsu itu ada, padahal, kan Indonesia sudah tidak mengimpor beras, makanya kenapa kok ini bisa kecolongan," kata Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo, Selasa (19/5/2015)

Penanganan jangka pendek terhadap kasus tersebut, kata Edhy, bisa dilakukan dengan mencari siapa yang paling bertanggungjawab dalam peredaran beras yang diduga
palsu.

"Karena kita nggak bisa menjaga kalau alat penjaganya tidak diperkuat. Komisi IV ke depan akan bahas RUU tentang karantina. Supaya clear jangan saling salahkan.
Kita salahkan Cina, Cina pun mengklaim dari sana kan belum tentu," kata dia.

"Ini ujian bagi kita, test case untuk kita, latihan untuk kita, bahwa ini, ke depannya akan semakin banyak yang akan dihadapi di era globalisasi ini," kata anggota Fraksi Gerindra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pedagang Pastikan Beras Plastik Tak Masuk Pasar Induk Cipinang

Pedagang Pastikan Beras Plastik Tak Masuk Pasar Induk Cipinang

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 12:15 WIB

Pedagang Beras Pasar Induk Cipinang Penasaran Lihat Beras Plastik

Pedagang Beras Pasar Induk Cipinang Penasaran Lihat Beras Plastik

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 11:41 WIB

Tanggapi Beras Plastik, Djarot: Kurang Ajar, Bisa Bunuh Orang Itu

Tanggapi Beras Plastik, Djarot: Kurang Ajar, Bisa Bunuh Orang Itu

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 11:32 WIB

Usai Diperiksa Polisi, Penemu Beras Plastik di Bekasi Ketakutan

Usai Diperiksa Polisi, Penemu Beras Plastik di Bekasi Ketakutan

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 10:43 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB