Dua Perempuan Kurir Narkoba Lolos Dari Hukuman Mati

Esti Utami

Jum'at, 29 Mei 2015 | 13:36 WIB
Dua Perempuan Kurir Narkoba Lolos Dari Hukuman Mati
Sidang kurir narkoba di PN Sleman. (suara.com/Wita Ayodyaputri)

Suara.com - Dua terdakwa kasus narkoba, Jumidah (39) dan Tuti Herawati (31), hari ini lolos dari tuntutan hukuman mati yang sebelumnya diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam sidang yang berlangsung Jumat (29/5/2015), majelis hakim PN Sleman yang dipimpin oleh Weryatmi menilai keduanya terbukti  melanggar pasal pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 , pasal 113 ayat 2, pasal 115 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara untuk Jumidah.

Sedangkan Tuti Herawati yang sedang hamil 5 bulan  dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.  Selain itu, dua perempuan yang masih memiliki hubungan saudara ini juga didenda Rp1 miliar subsider 2 bulan penjara.

Meski terbebas dari hukuman mati, Kuasa hukum kedua terdakwa, Adnan Pambudi menilai hukuman itu terlalu berat karena mereka merupakan korban jaringan narkoba internasional.

"Kita masih berkeyakinan kalau klien kita korban narkoba internasional tidak pantas dapat hukuman pidana seperti itu karena pelaku utamanya Dani dan Jim, JPU juga tak bisa mendatangkan keduanya kalau JPU bisa baru gak masalah", kata Adnan Pambudi.

Sementara itu, Slamet Supriadi JPU kasus tersebut mengatakan masih pikir-pikir dengan putusan tersebut.

Jumidah dan Tuti ditangkap di Bandara Adisucipto pada 29 Desember 2014 lalu, karena membawa narkoba jenis sabu yang dimasukkan ke dalam tas perempuan yang katanya merupakan contoh barang dagangan yang nantinya akan dijual di Jakarta.

Jumidah terbukti membawa narkoba dengan berat 1,9535 kilogram yang dimasukkan dalam 10 bungkus. Sedangkan Tuti membawa narkoba seberat 2,103 kilogram.

Keduanya mengaku membawa narkoba tersebut dari Cina yang diperoleh dari seorang warga negara Nigeria, bernama Jim dan akan diberikan kepada Dani, juga warga negara Nigeria yang tinggal di Jakarta. Dani adalah pacar sekaligus ayah anak yang dikandung Tuti.

Tuti dijatuhi hukuman lebih berat karena dia mengajak Jumidah untuk membawa barang haram tersebut dari Cina. Keduanya mengaku tak mengetahui bahwa tas yang mereka bawa sebagai contoh dagangan tersebut didalamnya terdapat narkoba jenis sabu.

Yang pasti untuk pekerjaan ini keduanya mengaku dijanjikan mendapat upah Rp5 juta jika barang tersebut sampai di tangan Dani. (Wita Ayodyaputri)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bobby Nasution Ajak Kolaborasi Total Berantas Narkoba, Siap Dukung Anggaran BNNP

Bobby Nasution Ajak Kolaborasi Total Berantas Narkoba, Siap Dukung Anggaran BNNP

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:01 WIB

Terkini

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:10 WIB

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:04 WIB

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:53 WIB

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:52 WIB

Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Banten | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:48 WIB

×