Pemerintah Harus Siapkan Pasar Bagi Produk Eks PSK

Liberty Jemadu

Sabtu, 30 Mei 2015 | 22:52 WIB
Pemerintah Harus Siapkan Pasar Bagi Produk Eks PSK
Sejumlah aktivis Front Pekerja Lokalisasi (FPL) mengikuti aksi menulis surat penolakan penutupan lokalisasi Dolly, Surabaya, Jatim. [Antara/Suryanto]

Suara.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Ahmad Nawardi meminta pemerintah untuk memikirkan pemasaran hasil karya atau kreativitas para eks wanita tuna susila/pekerja seks komersial sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan.

"Usai menutup dan memberikan pelatihan, pemerintah harus menyediakan pasar bagi produk yang mereka hasilkan," ujarnya di sela mengunjungi sekaligus melihat hasil kreativitas para eks WTS/PSK di kawasan Dupak Bangunsari Surabaya, Sabtu (30/5/2015).

Sejak penutupan lokalisasi di kawasan tersebut oleh pemerintah beberapa waktu lalu, sebagian eks WTS dan mucikari di sana berganti profesi, mulai dari berdagang, hingga menjadi perajin batik.

Menurut dia, peranan pemerintah dalam hal ini sangatlah penting karena warga di sana dianggap masih membutuhkan bimbingan.

"Apalagi mereka harus bersaing dengan para pengusaha profesional yang ada di luar. Mereka butuh wadah dan kami tentu siap memberikan tempat di kantor DPD RI di Jakarta untuk dipamerkan," ucapnya.

Dalam kunjungannya tersebut, mantan legislator DPRD Jatim itu menyaksikan sejumlah wanita membatik. Ditemui di lokasi yang sama, koordinator perempuan perajin batik Dupak Bangunsari Endang Winarti mengaku sangat senang dan merasa ada perhatian dengan kunjungan tersebut.

"Meski hanya kunjungan, namun bisa memotivasi warga. Selama ini kami berusaha mengubah stigma Dupak Bangunsari yang dulunya dikenal lokalisasi dan kini menjadi kawasan produk kreatif," katanya.

Sementara itu, Humas Ikatan Dai Lokalisasi Gatot Subiantoro mengaku bangga karena sekarang di wilayahnya masalah sosial ini bisa selesai dan memiliki 100 lebih warga binaan.

"Mereka mampu memproduksi keset, sambal kemasan, peralatan dari bahan eceng gondok, roti dan produk lainnya," tuturnya.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Jatim Indera istianto dalam kesempatan tersebut berharap adanya campur tangan dari sektor lain, misalnya perdagangan, kesehatan dan ketenagakerjaan.

"Sebab ini bukan lagi masalah sosial murni, sehingga harus diselesaikan bersama dan lintas sektoral," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usai Lebaran Emka Rilis Buku Soal Prostitusi di Kalangan Artis

Usai Lebaran Emka Rilis Buku Soal Prostitusi di Kalangan Artis

Entertainment | Sabtu, 23 Mei 2015 | 07:00 WIB

Polisi Belum Panggil Saksi Baru Kasus Germo Artis PSK

Polisi Belum Panggil Saksi Baru Kasus Germo Artis PSK

News | Rabu, 13 Mei 2015 | 15:10 WIB

Pemkot Surabaya Anggarkan Rp8,6 M Revitalisasi Dolly dan Jarak

Pemkot Surabaya Anggarkan Rp8,6 M Revitalisasi Dolly dan Jarak

News | Senin, 11 Agustus 2014 | 17:18 WIB

Dolly Bubar, Pemda Bengkulu Awasi Pendatang

Dolly Bubar, Pemda Bengkulu Awasi Pendatang

News | Selasa, 08 Juli 2014 | 14:37 WIB

Terkini

20 Kode Redeem FF Terbaru 10 Oktober 2026, Sikat Skin dan Diamond Gratis

20 Kode Redeem FF Terbaru 10 Oktober 2026, Sikat Skin dan Diamond Gratis

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Pakar Tegaskan Konsekuensi Putusan MK Bukan Mendiskualifikasi, tapi Gibran Terdiskualifikasi

Pakar Tegaskan Konsekuensi Putusan MK Bukan Mendiskualifikasi, tapi Gibran Terdiskualifikasi

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Anak Takut Salah dan Terobsesi Sempurna? Buku Ini Punya Jawaban Menenangkannya!

Anak Takut Salah dan Terobsesi Sempurna? Buku Ini Punya Jawaban Menenangkannya!

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Daftar Zodiak yang Tidak Cocok Berpacaran karena Sering Bentrok, Hubungannya Rawan Konflik

Daftar Zodiak yang Tidak Cocok Berpacaran karena Sering Bentrok, Hubungannya Rawan Konflik

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Tunggu Bola Panas Ijazah Gibran di DPR, Berakhir ke Pemakzulan?

Tunggu Bola Panas Ijazah Gibran di DPR, Berakhir ke Pemakzulan?

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:06 WIB

Lestarikan Budaya Jawa, Warkaban Hadirkan Wayang Kulit Lahire Wisanggeni di TMII

Lestarikan Budaya Jawa, Warkaban Hadirkan Wayang Kulit Lahire Wisanggeni di TMII

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Mengenang Nasi Pecel Rp2 Ribuan, Kenapa Kuliner Ini Nggak Pernah Ada Matinya?

Mengenang Nasi Pecel Rp2 Ribuan, Kenapa Kuliner Ini Nggak Pernah Ada Matinya?

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Asap Kebakaran TPA Makbon Ganggu Warga hingga Penerbangan

Asap Kebakaran TPA Makbon Ganggu Warga hingga Penerbangan

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:42 WIB

×