Abraham Samad Pikir-pikir Ajukan Praperadilan

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Kamis, 04 Juni 2015 | 13:45 WIB
Abraham Samad Pikir-pikir Ajukan Praperadilan
Ketua KPK nonaktif Abraham Samad di gedung KPK, Jakarta. [suara.com/Bernard Chaniago]

Suara.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Abraham Samad yang sekarang menjadi tersangka kasus dugaan pemalsuan dokumen akan kooperatif terkait kasusnya yang sekarang ditangani Polda Sulawesi Selatan dan Barat.

"Ya sebagai warga negara yang taat hukum ya, kita tinggal menunggu saja proses selanjutnya," kata Samad yang hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menjadi saksi sidang praperadilan yang diajukan penyidik KPK Novel Baswedan, Kamis (4/6/2015).

Meski demikian, Samad mengaku sangat kecewa terhadap sejumlah kasus yang diarahkan ke pimpinan dan penyidik KPK. Menurut dia, itu semua merupakan bentuk kriminalisasi terhadap pegiat antikorupsi.

"Walaupun sebenarnya ada kesedihan yang mendalam. Kesedihan itu, karena kita menganggap bahwa kasus-kasus yang menimpa pimpinan KPK dan penyidik itu adalah kasus-kasus yang sebenarnya dikriminalisasi," katanya.

Untuk saat ini, Samad belum memutuskan untuk menempuh jalur praperadilan terkait kasus yang menimpanya.

"Belum ada, saya ingin melihat dulu, bagaimana proses praperadilan yang berlangsung ini. Kalau prosesnya berjalan adil (Novel), mungkin saya akan berpikir-pikir untuk mengajukan praperadilan," katanya.

Kasus yang menimpa Samad bermula dari laporan Ketua LSM Lembaga Peduli KPK-Polri, Chairil Chaidar Said, ke Bareskrim Polri. Namun, karena lokasi perkaranya berada di Makassar, Bareskrim melimpahkan penanganan perkara ke Polda Sulawesi Selatan dan Barat pada 29 Januari 2015.

Dalam penyidikan kasus ini, Polda Sulselbar kemudian menetapkan pengusaha Feriyani Lim sebagai tersangka pada 2 Februari 2015. Tak terima penetapan tersangkanya, Feriyani lalu melaporkan Samad dan seorang rekannya bernama Sukriansyah Latief alias Uki ke Bareskrim dalam kasus yang sama.

Polda Sulselbar lalu gelar perkara pada 9 Februari 2015. Alhasil, Samad ditetapkan menjadi tersangka, namun Uki tidak. Status tersangka juga baru diekspose pada 17 Februari atau sehari setelah kemenangan calon Kapolri Komjen Budi Gunawan dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kasus ini menyeret Samad sebagai pesakitan lantaran namanya tercantum dalam kepala keluarga atau KK yang dipakai Feriyani, saat mengurus paspor di Makassar pada 2007. Dalam dokumen tertera Samad sebagai kepala keluarga dengan alamat di Jalan Boulevard Rubi II, Nomor 48, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Dalam perkara ini, Kedua tersangka dijerat Pasal 264 ayat 1 subsider Pasal 266 ayat 1 UU 23 Tahun 2006 juncto Pasal 93 KUHP tentang pemalsuan dokumen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jadi Saksi Novel, Ini yang Akan Dikatakan Abraham Samad

Jadi Saksi Novel, Ini yang Akan Dikatakan Abraham Samad

News | Kamis, 04 Juni 2015 | 12:13 WIB

Miranda Akan Tulis Buku Soal Kehidupan di Penjara

Miranda Akan Tulis Buku Soal Kehidupan di Penjara

News | Selasa, 02 Juni 2015 | 17:50 WIB

Terkini

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

×