Peneliti Boscha Belum Lihat Hilal Penentu Ramadan

Laban Laisila

Selasa, 16 Juni 2015 | 18:46 WIB
Peneliti Boscha Belum Lihat Hilal Penentu Ramadan
Dalam jumpa pers usai Sidang Isbat di gedung Kementerian Agama di Jakarta, Jumat (27/6/2014), pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1435 H jatuh pada hari Minggu (29/6). [Suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Tim peneliti Observatorium Bosscha belum melihat penampakan hilal atau bulan sabit sebagai tanda menentukan masuknya bulan Ramadan 1436 Hijriyah di lokasi teropong Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Selasa (16/6/2015).

Peneliti Observatorium Bosscha Lembang Evan Irawan Akbar mengatakan, bulan sabit muda yang terbentuk setelah bulan diantara bumi dan matahari belum terlihat melalui alat pengamatan.

"Untuk penentuan awal Ramadhan 1436 Hijriyah, konjungsi baru terjadi pada pukul 21.05 WIB, peristiwa konjungsi terjadi pada malam hari setelah bulan terbenam," kata Evan.

Dia menuturkan, hasil pengamatan hilal itu bukan hanya di Bosscha, tetapi di tempat pengamatan lainnya juga hasilnya sama tidak terlihat hilal.

Jika tidak terlihat, kata dia, menunjukan bahwa Rabu (17/6/2015) belum dapat dipastikan masuk bulan Ramadan dan kemungkinan Ramadan, Kamis (18/6/2015).

"Untuk lebih pastinya kami akan menunggu keputusan sidang isbat yang dilakukan di Jakarta," ujar Evan lagi.

Dia menjelaskan, penentuan awal bulan Ramadhan dapat ditentukan dengan melihat penampakan hilal yakni bulan sabit muda yang terbentuk setelah konjungsi.

Sedangkan yang berwenang menentukan awal bulan Ramadhan, kata dia, pemerintah melalui Kementrian Agama yang ditetapkan dari hasil musyawarah.

Sementara tugas tim peneliti Observatorium Bosscha, kata Evan, hanya menyampaikan hasil perhitungan, pengamatan dan penelitian tentang hilal.

"Perhitungan dan pengamatan hilal dari berbagai ormas dan institusi dalam sidang isbat," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenag Sidang Isbat Sore Ini, Muhammadiyah Sudah Tetapkan Puasa

Kemenag Sidang Isbat Sore Ini, Muhammadiyah Sudah Tetapkan Puasa

Ramadan | Selasa, 16 Juni 2015 | 14:36 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×