Pertemuan Terakhir dengan Wartawati Sebelum Dibunuh

Siswanto, Erick Tanjung

Minggu, 19 Juli 2015 | 17:55 WIB
Pertemuan Terakhir dengan Wartawati Sebelum Dibunuh
Ilustrasi jenazah. [Shutterstock]

Suara.com - Sampai sore ini, Minggu (19/7/2015), polisi belum berhasil mengungkap kasus wartawati Nur Baety (44) yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Perum Gaperi, RT 1/9, Blok NC 6, Bojonggede, Depok, Jawa Barat, Sabtu (18/7/2015) siang. Saat ditemukan, tangan korban terikat tali rafia dan posisinya telungkup. Polisi menduga Nur Baety korban pembunuhan.

Wartawan Jawa Pos TV, Doddy Rosadi, mengatakan bertemu dengan Nur Baety sehari sebelum bulan puasa atau sebulan sebelum rekannya ditemukan meninggal dunia.

"Saya sudah 10 tahun tidak bertemu dengan dia yang bertatap muka langsung. Sehari sebelum puasa Nur Baety datang ke apartemen saya di Casablanca. Dia bercerita kalau sudah tiga bulan resign dari Akarpadi.id, dia bercerita ikut mendirikan perusahaan itu sejak awal, namun karena ada ketidakcocokan dengan bosnya akhirnya keluar," kata Doddy kepada suara.com.

Setelah berhenti dari Akarpadi.id, kata Doddy, Nur Baety menjadi jurnalis lepas atau freelance untuk media massa.

"Dia juga sempat nanya ke aku, 'ada nggak lowongan pekerjaan di tempatmu.' Aku bilang kamu mau di posisi apa, silakan kirim CV ke emailku. Tapi mungkin dia belum sempat mengirim sampai sekarang," katanya.

Doddy menceritakan pertamakali mengenal Nur Baety ketika sama-sama bekerja di kantor berita radio KBR 68 H pada 2003. Ketika itu Nur Baety masih calon reporter.

Nur Baety hanya setahun bekerja di radio tersebut. Ia memutuskan keluar karena pindah ke perusahaan lain.

"Setelah itu aku tidak pernah kontak lagi dengan dia sampai bulan lalu kita ketemu. Ketika ketemu, dia nampak biasa saja. Anaknya memang pendiam, tetapi kalau sudah akrab anaknya enak diajak ngobrol," kata Doddy.

Istri Doddy juga kenal dengan Nur Baety. Mereka teman di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Lenteng Agung.

"Hari ketiga puasa dia whatsapp, kirim pesan ke istri aku, tentang makna puasa dan bulan Ramadan," kata Doddy.

Nur Baety, kata Doddy, pernah bercerita hendak menjual rumah di Perum Gaperi.

Nur Baety mengaku ingin pindah dari Bojonggede karena ibunya tidak betah di sana. Selama tiga bulan terakhir, ibu dari Nur Baety pindah ke Tebet, Jakarta Selatan, di rumah kakak Nur Baety.

"Dia sempat cerita rumahnya di Bojonggede itu mau dijual, dia menawarkan ke aku. Tapi aku bilang aku sudah beli apartemen, lagian di sana jauh dari tempatku bekerja," katanya.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Khrisna Murti menduga Nur Baety menjadi korban perampokan. Hal itu didasarkan pada sejumlah tanda yang mengarah ke sana, seperti beberapa barang berharga di rumah korban raib.

"Berdasarkan keterangan keluarganya, ada barang-barang korban yang hilang," katanya.

Saat ini, tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Polres Depok tengah menyelidiki kasus tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jenazah Wartawati Korban Pembunuhan Dimakamkan Hari Ini

Jenazah Wartawati Korban Pembunuhan Dimakamkan Hari Ini

News | Minggu, 19 Juli 2015 | 13:54 WIB

Terkini

Tok! Dua Terdakwa Penipuan Investasi Rp5 Miliar Divonis Penjara

Tok! Dua Terdakwa Penipuan Investasi Rp5 Miliar Divonis Penjara

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 19:55 WIB

Borong Tanaman Hias di FLOII Expo 2026 Dapat Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Borong Tanaman Hias di FLOII Expo 2026 Dapat Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Senin, 21 September 2026 | 19:52 WIB

10 Finalis Seleksi Nasional Karang Taruna Berprestasi 2026 Bersaing Menuju 5 Besar, Ini Daftarnya

10 Finalis Seleksi Nasional Karang Taruna Berprestasi 2026 Bersaing Menuju 5 Besar, Ini Daftarnya

Bekaci | Senin, 21 September 2026 | 19:51 WIB

Investasi Emas Makin Mudah, Pegadaian Gandeng blu Hadirkan bluInvest Emas Mulai Rp10 Ribu

Investasi Emas Makin Mudah, Pegadaian Gandeng blu Hadirkan bluInvest Emas Mulai Rp10 Ribu

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 19:50 WIB

OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara, KPK Amankan Total 14 Orang

OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara, KPK Amankan Total 14 Orang

News | Senin, 21 September 2026 | 19:49 WIB

30 Tahun Berlalu, Penyintas Kudatuli Minta Komnas HAM Usut Dugaan Penyiksaan

30 Tahun Berlalu, Penyintas Kudatuli Minta Komnas HAM Usut Dugaan Penyiksaan

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 19:43 WIB

Gus Ipul Kembali Temui Warga Demo di Kemensos, 406 Keluarga Bakal Diproses Dapat Bansos

Gus Ipul Kembali Temui Warga Demo di Kemensos, 406 Keluarga Bakal Diproses Dapat Bansos

News | Senin, 21 September 2026 | 19:43 WIB

Ketika Negara Melegalkan Prasangka, Mengapa Pembubaran Ibadah Selalu Berulang?

Ketika Negara Melegalkan Prasangka, Mengapa Pembubaran Ibadah Selalu Berulang?

News | Senin, 21 September 2026 | 19:38 WIB

Pemerintah Mau Stop Impor Bensin, Menteri Bahlil: 2027 Dimulai dengan E10

Pemerintah Mau Stop Impor Bensin, Menteri Bahlil: 2027 Dimulai dengan E10

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 19:37 WIB

Duel Berdarah Pengamen di Lamongan, Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya

Duel Berdarah Pengamen di Lamongan, Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 19:37 WIB

×