MUI Murka kepada Tuhan dari Banyuwangi Dianggap Lebay

Siswanto

Rabu, 26 Agustus 2015 | 16:25 WIB
MUI Murka kepada Tuhan dari Banyuwangi Dianggap Lebay
Tuhan sedang menunjukkan KTPnya. (Antara/Budi Chandra Setya)

Suara.com - Nama Tuhan yang dimiliki warga Banyuwangi mendapat reaksi keras dari Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur.

Menurut Ketua MUI Jawa Timur KH. Abdusshomad, warga tersebut harus mengganti nama atau menambahkan dengan nama lain. Jika tidak, menurut Pengasuh Pesantren Darussyifa' Asshomadiyah Sidoarjo, pemerintah seharusnya mencabut KTP milik warga Kota Osing Banyuwangi tersebut. Nama itu dianggap riskan; ada intensi mensejajarkan manusia dengan Sang Pencipta. Menurutnya, Tuhan tidak boleh dibuat main-main.

Menanggapi sikap MUI, Aan Anshori dari Jaringan Islam Antidiskriminasi Jawa Timur mengatakan maksud MUI menjaga kesucian Tuhan dan mencegah kebingungan publik perlu diapresiasi. Tapi, menurutnya, sikap yang ditunjukkan berlebihan.

"Saya berpandangan tindakan MUI tersebut agak lebay dan emosional. Tuhan sendiri belum pernah memandatkan kepentinganNya pada MUI. Apalagi, hingga memberikan kuasa untuk menjatuhkan vonis pada Tuhan (warga Banyuwangi)," kata Aan Anshori dalam pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (26/8/2015).

Aan Anshori menambahkan setiap orang punya kemerdekaan memilih nama, sepanjang tidak bertentangan dengan kesepakatan publik (hukum).

"Tidak ada pasal yang dilanggar oleh pemilik nama itu. Vonis MUI bahkan terkesan tidak sensitif, sebab pergantian nama bukanlah urusan sepele mengingat hal tersebut akan berimplikasi serius terhadap dokumen-dokumen milik 'Tuhan,'" katanya.

Aan Anshori menyarankan MUI tidak perlu mengurusi hal remeh seperti ini. Sebaiknya, MUI harus fokus memikirkan problem keummatan yang lebih besar, misalnya terkait kecenderungan betapa mudahnya klaim keagamaan dijadikan mesiu diskriminasi dan kekerasan bagi kelompok minoritas.

"Namun, jika MUI tetap berkeberatan atas nama itu, sebaiknya menempuh langkah hukum dengan menyebutkan kerugian apa saja yang dialami MUI atas digunakannya nama tersebut. Di luar itu, publik juga sudah cukup cerdas membedakan mana Tuhan dan "Tuhan." MUI tak perlu panik, apalagi murka kepada 'Tuhan,'" kata Aan Anshori.

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Komnas HAM: Jangan Paksa Tuhan Ganti Nama

Kalau di Banyuwangi Ada Tuhan, di Palembang Ada Syaitan

Mobil Bergoyang-goyang di Parkiran, Ternyata Ada Pasangan Mesum

Selangkah Lagi, Jepang Ciptakan "Pesawat yang Tak Bisa Jatuh"

Langka, Bayi Ini Lahir dengan Tiga Penis

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Heboh Nama Syaitan, Setelah Namanya Diganti Malah Sakit-sakitan

Heboh Nama Syaitan, Setelah Namanya Diganti Malah Sakit-sakitan

News | Rabu, 26 Agustus 2015 | 15:57 WIB

Terkini

Huawei MatePad Pro Max (2026): Tablet Super Tipis yang Serius Mengajak Laptop Pensiun

Huawei MatePad Pro Max (2026): Tablet Super Tipis yang Serius Mengajak Laptop Pensiun

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio

Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Mensesneg Nyatakan Kesiagaan Penuh Pascagempa Bumi NTT

Mensesneg Nyatakan Kesiagaan Penuh Pascagempa Bumi NTT

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:14 WIB

Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere

Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga

Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus

Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:00 WIB

HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!

HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:56 WIB

Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026

Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut

Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:53 WIB

Legislator PDIP Tantang Calon Hakim Agung Bereskan Kasus Terbengkalai dan Pangkas Birokrasi MA

Legislator PDIP Tantang Calon Hakim Agung Bereskan Kasus Terbengkalai dan Pangkas Birokrasi MA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:49 WIB

×