Petugas yang Ngacir Saat Ada Penodongan di Monas Sedang Dicari

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Senin, 31 Agustus 2015 | 18:32 WIB
Petugas yang Ngacir Saat Ada Penodongan di Monas Sedang Dicari
Monas [Suara.com/Oke Atmaja].

Suara.com - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso mengatakan tidak ada anggotanya yang mendapatkan laporan dari pelajar yang menjadi korban penodongan di kawasan Monumen Nasional.

"Jadi komandan Satpol PP yang di Monas itu sudah saya panggil, dia menjawab nggak ada anggotanya yang menemukan hal itu (laporan ada penodongan)," kata Kukuh ketika dihubungi wartawan Suara.com, Senin (31/8/2015).

Kukuh menambahkan di Monas, Satpol PP hanya membantu Unit Pelaksana Teknis Monas dalam segi pengamanan. Satpol PP, katanya, hanya bertugas di pagar-pagar pintu masuk dan keluar, sedangkan di area Monas dijaga anggota pengaman berbaju biru.

"Cuma di Monas ada dua (pihak pengamanannya) anggota baju biru itu outsourcing pasukan Ibu Rini (Kepala Unit Pengelola Monas Rini Haryani)," kata Kukuh.

Saat ini,Kukuh sedang mengontak Rini untuk menanyakan laporan yang berkembang di media massa, apakah petugas Satpol PP atau pengamanan internal Monas yang tidak mau merespon pengaduan pelajar korban penodongan pada Minggu (30/8/2015).

"Nah sekarang lagi ditelusuri laporan itu. Yang baju biru atau yang baju coklat gitu lho. Jadi gini di Monas itu kan ada dua, satu pasukan baju biru yang ada di dalam itu, jangan salah, dia bukan Satpol PP. Anggota Satpol PP yang jaga pintu luar, yang di dalam itu ada anggota yang baju biru," kata Kukuh.

"Saya lagi telepon Ibu Rini dari tadi belum di dijawab-jawab," Kukuh menambahkan.

Dalam kasus penodongan kemarin, salah satu korban bernama Randi (14) bercerita awalnya dia dan teman-teman berteduh karena cuaca sangat panas.

Tak lama setelah mereka berteduh di bawah pohon rindang, ada tiga orang yang datang.

"Pura-pura ikutan numpang neduh," kata Randi kepada Suara.com.

Kemudian, salah satu lelaki tiba-tiba bertanya kepada Randi.

"Adik gua tadi hp-nya diambil, lu ada yang tahu orangnya nggak?" kata lelaki tersebut ditirukan Randi.

Setelah itu mulailah komplotan tersebut beraksi. Mereka mengeluarkan pisau lipat dan mengancam.

"Kalau nggak ada yang mau ngasih, saya sama temen-temen diancem bang, pakai pisau, ya saya pada takut," kata Randi.

Randi dan teman-temannya pun menyerahkan empat ponsel Android, tiga ponsel Samsung, satu ponsel Evercross, uang tunai Rp50 ribu, satu Powerbank, kartu untuk naik Transjakarta, dan dua tas gendong.

Pada saat pelaku masih mempreteli harta benda para korban, salah satu korban diam-diam pergi untuk minta pertolongan.

Korban melapor kepada petugas keamanan yang berada tak jauh dari lokasi kejadian perkara.

Korban mengajak petugas tersebut untuk segera datang ke lokasi kejadian perkara karena pada waktu itu tiga pelaku masih beraksi di sana.

"Saya ajak Satpol PP buat gituin yang ambil hape saya pada, eh malah (petugas) balik lagi diem-diem, badan doang gendut, tapi malah takut," ujar Randi dengan nada kesal.

Akhirnya pelaku kabur begitu saja. Korban menyesalkan sikap petugas yang tidak segera bertindak saat ada kejahatan di dekat mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penodong Berkeliaran di Monas, Ahok: Harusnya Tak Boleh Terjadi

Penodong Berkeliaran di Monas, Ahok: Harusnya Tak Boleh Terjadi

News | Senin, 31 Agustus 2015 | 14:25 WIB

Pelajar Ditodong, Satpol PP Ngacir, Ini Respon Security Monas

Pelajar Ditodong, Satpol PP Ngacir, Ini Respon Security Monas

News | Senin, 31 Agustus 2015 | 06:47 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×