Ribuan Warga Israel Unjuk Rasa di Tel Aviv

Madinah

Minggu, 25 Oktober 2015 | 09:00 WIB
Ribuan Warga Israel Unjuk Rasa di Tel Aviv
Tentara Israel menodongkan senjata ke arah pelajar putri Israel di Hebron, Tepi Barat, (22/9). (Reuters/Youth Against Settlements Group)

Suara.com - Ribuan orang Israel turun ke jalan di Tel Aviv pada Sabtu malam (24/10). Mereka menyerukan pembicaraan perdamaian baru dengan Palestina, di tengah upaya internasional meredam gelombang bentrokan Israel-Palestina selama sebulan terakhir.

Pengunjuk rasa berpawai dari Bundaran Rabin di bagian tengah Tel Aviv, Ibu Kota Perdagangan Israel, menuju kompleks pertahanan Hakirya-kantor Kementerian Pertahanan Israel.

Peace Now, organisasi sayap-kiri yang menyelenggarakan pawai itu mengklaim setidaknya 6.000 orang mengikuti kegiatan tersebut. Para demonstran meneriakkan "orang Yahudi dan Arab menolak jadi musuh" dan "dua negara buat dua bangsa, Israel dan Palestina".

"Hari-hari sulit ini, hari-hari kerusuhan, ketakutan dan rasa sakit, hanya memperkuat pemahaman kami bahwa takkan ada keamanan sejati di sini sampai ada perdamaian melalui penyelesaian damai," kata penyelenggara.

Zehava Galon, pemimpin faksi sayap-kiri Meterz, menyampaikan orasinya di hadapan pengunjuk rasa. Menurutnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dianggap gagal.

"(Benjamin) Netanyahu, kamu telah gagal. Kamu telah gagal menyediakan keamanan pribadi buat rakyat Israel. Kamu telah gagal dalam mengusulkan setiap visi bagi perubahan nyata,"katanya.

Pemimpin Peace Now Yariv Oppenheimer menyalahkan para pemimpin pemerintah dan ultra-nasionalis atas kerusuhan yang pecha baru-baru ini.

"Mereka membawa seluruh negeri ini jadi sandera perang agama yang tak perlu, dan kita semua harus membayar tebusannya," katanya kepada para pemrotes, seperti dikutip Xinhua.

Mereka menuduh pemerintah mengubah negeri tersebut jadi tempat kerusuhan, rasis dan tanpa harapan.

Gelombang kerusuhan meliputi serangan yang terjadi hampir setiap hari oleh orang Palestina serta bentrokan sengit antara pasukan keamanan Israel dan pemuda Palestina yang melancarkan protes.

Sepuluh orang Israel tewas dalam berbagai serangan, dan sedikitnya 54 orang Palestina tewas dalam bentrokan atau serangan yang terjadi.

Kerusuhan meletus satu bulan lalu. Ricuh dipicu diduga akibat kunjungan pemimpin sayap kanan Yahudi ke kompleks Masjid Al-Aqsha dan kekhawatiran bahwa Israel berencana mengambil-alih tempat tersebut.

Kompleks Masjid Al-Aqsha, yang menjadi ajang bentrokan, adalah tempat suci bagi Umat Muslim-biasa disebut Al-Haram Asy-Syarif. bagi kaum Yahudi lokasi ini dikenal dengan nama Bukit Knisah.

Dalam upaya untuk meredakan ketegangan, Menteri Luar Negeri AS John Kerry pada Sabtu mengatakan Israel telah setuju untuk memasang kamera CCTV di kompleks Masjid Al-Aqsha untui membuktikan bahwa Israel tak berusaha mengubah status quo atas tempat suci itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dukung Israel, Eks Bintang Porno Dihujat di Medsos

Dukung Israel, Eks Bintang Porno Dihujat di Medsos

News | Kamis, 22 Oktober 2015 | 06:48 WIB

Aksi Kekerasan Meningkat, Warga Israel Ramai-ramai Beli Senjata

Aksi Kekerasan Meningkat, Warga Israel Ramai-ramai Beli Senjata

News | Rabu, 21 Oktober 2015 | 14:37 WIB

Israel Larang Pekerja Arab di Empat Kota

Israel Larang Pekerja Arab di Empat Kota

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 06:23 WIB

Yerusalem Mencekam, Polisi dan Tentara Disebar di Tempat Umum

Yerusalem Mencekam, Polisi dan Tentara Disebar di Tempat Umum

News | Kamis, 15 Oktober 2015 | 15:51 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB