Barujari Masih Terbatuk-batuk, Empat Bandara di NTB Belum Normal

Ruben Setiawan

Minggu, 08 November 2015 | 13:28 WIB
Barujari Masih Terbatuk-batuk, Empat Bandara di NTB Belum Normal
Seseorang memotret gunung Barujari yang terlihat di kejauhan mengepulkan asap vulkanik. (Antara/Ahmad Subaidi)

Suara.com - Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Nusa Tenggara Barat Agung Hartono mengemukakan empat bandara di daerahnya belum beroperasi normal untuk melayani jasa angkutan udara karena aktivitas Gunung Barujari yang mengeluarkan asap dan abu vulkanik.

"Berdasarkan data satelit dan kondisi lapangan, asap dan abu vulkanik Gunung Barujari berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan," kata Agung Hartono kepada Antara di Mataram, Minggu.

Agung menyebutkan, empat bandara yang operasionalnya dihentikan untuk sementara yakni Bandar Udara Internasional Lombok (BIL), di Kabupaten Lombok Tengah, yang melayani rute penerbangan ke sejumlah provinsi di Indonesia dan luar negeri.

Selain itu, Bandara Selaparang di Mataram, yang digunakan untuk kegiatan pelatihan penerbangan, juga masih ditutup sementara sampai ada rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca dan arah asap disertai abu vulkanik yang tertiup angin.

Sementara Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin III (Brangbiji), Kabupaten Sumbawa, sudah beroperasi, namun belum normal karena hanya bisa melayani rute penerbangan dari Sumbawa ke Bali dan sebaliknya, sedangkan dari Sumbawa ke Lombok dan sebaliknya, belum diizinkan karena Bandara Internasional Lombok masih ditutup sementara.

Demikian juga dengan Bandar Udara Sultan Muhamad Salahudin, di Kabupaten Bima, sudah melayani rute penerbangan dari Bima ke Bali dan sebaliknya, karena Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar sudah normal, sedangkan rute penerbangan Bima ke Lombok dan sebaliknya, masih ditutup sementara karena Bandar Udara Internasional Lombok belum dibuka.

"Jadi Bandara di Sumbawa dan Bima sudah melayani jasa angkutan udara, tapi terbatas hanya ke Bali dan sebaliknya, tapi kalau ke Lombok belum bisa hingga Bandara Internasional Lombok kembali beroperasi," ucapnya.

Pemerintah Provinsi NTB, kata Agung, terus berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Internasional Lombok untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan.

Pihaknya juga meminta masyarakat pengguna moda transportasi udara untuk memahami kondisi bencana alam yang terjadi.

"Kami juga meminta masyarakat dan wisatawan untuk menggunakan moda transportasi alternatif, seperti kapal cepat dari Pelabuhan Senggigi dan Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, jika ingin menyeberang ke Bali," kata Agung.

Sementara itu, Petugas vulkanologi di Pos Pengamat Gunung Api Rinjani, Desa Sembalun Bumbung, Kabupaten Lombok Timur, Mutaharlin, menyebutkan sebaran abu vulkanik yang terpantau pada Minggu pagi (8/11), mengarah ke timur dari pusat letusan dengan kecepatan rendah.

Dia juga memaparkan kondisi aktivitas Gunung Barujari mengalami penurunan ditandai dengan tremor menerus dengan amplitudo maksimum 36 milimeter, atau lebih rendah dibanding hari sebelumnya maksimum 55 milimeter dengan tinggi letusan mencapai 2.500 meter.

"Sekarang tinggi letusan hingga 1.400 meter, sehingga status Gunung Barujari masih waspada (level II)," katanya.

Gunung Barujari dengan ketinggian 2.376 meter dari permukaan laut (mdpl) dan berada di sisi timur kaldera Gunung Rinjani meletus pada Minggu (25/10), sekitar pukul 10.45 WITA, dan hingga saat ini masih mengeluarkan asap disertai abu.

Gunung Barujari juga disebut sebagai anak Gunung Rinjani (3.726 mdpl) oleh masyarakat Pulau Lombok karena terbentuk di area Danau Segara Anak Gunung Rinjani pada 1944. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:10 WIB

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

Sumut | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!

Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:48 WIB

Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian

Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:35 WIB

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

Jawa Tengah | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:28 WIB

×